materi kuliah biologi, biologi kesehatan, biologi sel, karakteristik mahluk hidup, klasifikasi mahluk hidup, plantae, animalia dan kerugian dan keuntungan biologi bagi kehidupan

Thursday, 26 January 2017

Pengertian, Perbedaan dan Jenis-jenis Gymnospermae dan Angiospermae

Pengertian, Perbedaan dan Jenis-jenis Gymnospermae dan Angiospermae - Tumbuhan merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang banyak dimanfaatkan manusia. Hewan pun bergantung pada tumbuhan sebagai sumber energi. Dunia tumbuhan atau kingdom Plantae beranggotakan semua organisme eukariot multiseluler fotosintetik yang memiliki klorofil a dan b, menyimpan karbohidrat yang biasanya berupa tepung, dan embrionya dilindungi oleh jaringan tumbuhan parental.


Dunia tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan tidak berpembuluh atau non-Tracheophyta dan tumbuhan berpembuluh atau Tracheophyta. Tracheophyta diambil dari bahasa Yunani, trakhoia yang artinya saluran kecil dan phyton yang artinya tumbuhan. Tumbuhan non Tracheophyta adalah kelompok lumut, sedangkan kelompok Tracheophyta adalah tumbuhan paku-pakuan dan tumbuhan berbiji. Yang akan saya bahas dalam makalah ini adalah salah satu dari kelompok Tracheophyta, yaitu tumbuhan berbiji.

A. Pengertian Gymnospermae
Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani yaitu, Gymno = terbuka atau telanjang dan sperma = biji. Anggota Gymnospermae memiliki ciri utama berupa bakal biji yang tumbuh pada permukaan megasporafil (daun buah). Tumbuhan ini memiliki habitus semak, perdu, atau pohon. Akarnya merupakan akar tunggang, batang tumbuhan tegak lurus dan bercabang-cabang.

tumbuhan berbiji terbuka Gymnospermae
Contoh tumbuhan berbiji terbuka Gymnospermae
Gymnospermae adalah tumbuhan yang bijinya hanya melekat kepada daun. Pada Gymnospermae bakal biji tidak dilindungi oleh daun buah, tetapi tersusun dalam strobilus. Gymnospermae tidak memiliki bunga yang sesungguhnya, sporofil terpisah-pisah atau membentuk strobilus jantan dan strobilus betina. Megasporangium dan mikrosporangium terpisah satu sama lain. Penyerbukan hampir selalu dengan cara anemogami (bantuan angin).

B. Jenis-jenis Gymnospermae
Berdasarkan struktur strobilusnya, Gymnospermae dibedakan menjadi empat kelas, yaitu:
1. Cycadinae
Habitus menyerupai palem, berkayu, sedikit atau tidak bercabang, daun tersusun dalam roset batang (berjejal-jejal pada ujung batang), tulang daun berbagi menyirip atau menyirip, dan daun yang masih muda bergulung seperti daun tumbuhan paku. Sporofil tersusun dalam strobilus yang berumah dua, letaknya di ujung batang. Contohnya adalah Cycas rumphii atau pakis haji. Anggota golongan tumbuhan ini semuanya meliputi Sembilan genus dan 65 spesies.

2. Coniferinae atau Coniferae
Ciri-ciri Coniferinae yaitu batang besar berkayu, daunnya berbentuk jarum, ada yang berumah satu dan ada yang berumah dua, serta strobilus betina lebih besar dibanding strobilus jantan dan terletak di ketiak daun.

Coniferinae terbagi dalam beberapa ordo dengan contoh family sebagai berikut:
-Ordo Taxales. Misalnya famili Taxaceae, contohnya Taxus
-Ordo Araucariales. Misalnya famili Araucariaceae, contohnya Araucaria dan Agathis alba (damar)
-Ordo Podocarpales. Misalnya famili Podocarpaceae, contohnya Podocarpus imbricatus (podokarpus)
-Ordo Pinales. Misalnya famili Pinaceae, contohnya Abies Alba dan Pinus merkusii (pinus)

3. Gnetinae
Anggota kelas Gnetinae merupakan tumbuhan berkayu yang batangnya bercabang-cabang atau tidak. Bunga berkelamin tunggal, tersusun majemuk, terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar, dan memiliki tenda bunga. Bungan betina memiliki bakal biji yang tegak. Pembuahan terjadi dengan perantaraan buluh serbuk sari. Lembaga memiliki dua daun lembaga.
Ordo, famili, dan contoh masing-masing famili adalah sebagai berikut:
-Ordo Ephedrales. Misalnya famili Ephedraceae, contohnya Ephedra alitilis
-Ordo Gnetales. Misalnya famili Gnetaceae, contohnya Gnetum gnemon (melinjo)
-Ordo Welwitschiales. Misalnya famili Welwitschiaceae, contohnya Welwitschia mirabilis

4. Ginkgoinae
Ginkgoinae merupakan satu-satunya kelompok Gymnospermae yang mempunyai spesies paling sedikit sehingga dianggap sebagai tumbuhan primitif. Ciri-ciri Ginkgoinae yaitu berumah dua, termasuk pohon meranggas, serta daun lebar dan berbentuk kipas dengan tulang daun mirip rusuk yang         menonjol. Contohnya adalah Ginkgo biloba.

Peranan Gymnospermae antara lain:
-Kayu pinus digunakan sebagai bahan baku kertas dan batang korek api
-Ginkgo biloba digunakan sebagai tanaman hias dan obat-obatan
-Melinjo digunakan sebagai sumber makanan


C. Pengertian Angiospermae
Nama Angiospermae diambil dari penggabungan dua kata bahasa Yunani Kuno, aggeion yang artinya penyangga atau pelindung dan sperma, bentuk jamak untuk biji yang diperkenalkan oleh Paul Hermann pada tahun 1690. Dalam sebagian besar sistem taksonomi modern, kelompok ini sekarang menempati takson sebagai divisio. Namun demikian, Sistem klasifikasi APG II dan pelanjutnya, Sistem klasifikasi APG III, yang berdasarkan pengelompokan filogeni versi APG,  Angiospermae adalah tumbuhan yang bijinya harus dikeluarkan dari buahnya yang berdaging atau bersarang. Pada Angiospermae bakal biji tumbuh di dalam daun buah. Angiospermae sering disebut pula Antophyta atau tumbuhan berbunga.

contoh tumbuhan berbiji tertutup Angiospermae
contoh tumbuhan berbiji tertutup Angiospermae
Daun buah membentuk badan yang disebut putik dengan bakal biji di dalamnya. Daun buah dan benang sari terpisah atau terkumpul dalam satu bunga. Angiospermae terjadi pembuahan ganda. Proses penyerbukannya oleh serangga atau burung karena memiliki kelenjar madu atau nektar.

D. Jenis-jenis Angiospermae
Angiospermae dibagi menjadi dua kelas berikut:

1. Monocotyledoneae (Monokotil)
Anggota tumbuhan yang termasuk golongan tumbuhan monokotil mencakup tumbuhan yang memiliki habitus herba, semak, perdu, atau pohon. Sesuai dengan namanya, biji tumbuhan ini hanya memiliki satu daun lembaga (berbiji tunggal). Akar lembaga tidak tumbuh terus sehingga terjadi pembentukan akar serabut. Batang dari pangkal ke ujung hampir sama besar dan tidak-bercabang-cabang. Bulu-bulu dan ruas-ruas batang tampak jelas.

Daun tumbuhan monokotil kebanyakan tunggal, jarang majemuk, umumnya memiliki pelepah, dan helaian daunnya bertulang sejajar. Bunga dengan bagian-bagian bunga berkelipatan tiga (trimer). Dari segi anatomi, akar maupun batang golongan tumbuhan ini tidak memiliki kambium.

Contoh golongan tumbuhan yang monokotil adalah sebagai berikut:
-Ordo Poales (Glumiflorae). Misalnya famili Poaceae (Gramineae), contohnya Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), dan Saccharum officinarum (tebu)
-Ordo Cyperales. Misalnya famili Cyperaceae, contohnya Fimbristrylis ferruginea (mendong) dan Cyperus papyrus (rumput papirus)
-Ordo Zingiberales (Scitamineae). Misalnya famili Zingiberaceae, contohnya Zingiber officinale (jahe), Curcuma domestica (kunyit), dan Alpinia
-Ordo Liliales (Lilliflorae). Misalnya famili Liliceae, contohnya Lilium duchartrei (lili) dan Allium cepa (bawang merah)
-Ordo Bromeliales (Farinosae). Misalnya famili Pontederiaceae, contohnya Eichnornia crassipes (eceng gondok) dan Monochoria hastata (wewehan). Famili Bromeliaceae, contohnya Ananas comosus (nanas)                       
-Ordo Orchidales (Ginandrae). Misalnya famili Orchidaceae, contohnya Phalaenopsis amabilis (anggrek bulan), Vanda tricolor (vanda), dan Cymbidium hookerianum (anggrek)

Kelas Monocotyledoneae terdiri atas beberapa famili berikut:
-Liliaceae, contohnya kembang sungsang
-Poaceae atau Gramineae, contohnya padi, alang-alang, dan jagung
-Zingiberaceae, contohnya jahe, lengkuas, dan kencur
-Musaceae, contohnya pisang
-Orchidaceae, contohnya anggrek
-Arecaceae, contohnya kelapa dan palem

2. Dicotyledonaeae (Dikotil)
Tumbuhan yang tergolong dalam kelas dikotil meliputi tumbuhan yang memiliki habitus herba, semak, perdu, maupun pohon. Berdasarkan namanya, tumbuhan dikotil memiliki dua daun lembaga (berkeping dua). Ciri lainnya adalah akar serta pucuk lembaga tidak memiliki pelindung khusus. Akar lembaga tumbuh terus menjadi akar tunggang yang bercabang-cabang dan membentuk system akar tunggang.

Ciri-ciri anatomis golongan tumbuhan dikotil adalah akar dan batangnya memiliki cambium, hingga akar maupun batangnya memperlihatkan pertumbuhan menebal (sekunder).

Berdasarkan ada atau tidaknya daun mahkota bunga (petala), dan susunan daun-daun mahkotanya, dikotil dibedakan dalam tiga subkelas, yaitu:

-Monoklamida (Monochlamideae). Umumnya berupa pohon atau setidak-tidaknya merupakan tumbuhan berkayu. Tumbuhan ini tidak memiliki perhiasan bunga, atau jika ada hanya terdiri dari kelopak bunga saja. Contohnya adalah Casuarina equsetifolia (cemara laut), Betula nona, Banskia coccinea, Artocarpus integra (nangka), Piper nigrum (lada), dan Mirabilis jalapa (bunga pukul empat).

-Dialipetala (Dialypetalae). Meliputi tumbuhan dengan habitus terna, semak, perdu, dan pohon. Ciri utamanya memiliki bunga yang segera menarik perhatian dan pada umumnya menunjukkan perhiasan bunga yang lengkap, sehingga dapat dengan jelas dibedakan antara kelopak dan mahkota bunga. Contohnya adalah Annona muricata (sirsak), Parkia speciosa (petai), Rosa canina (mawar), Cleome hassleriana (bunga laba-laba), Gossypium hirsutum (kapas), dan Citrus nobilis (jeruk keprok).

Kelas Dicotyledonaeae terdiri atas beberapa famili berikut:
-Euphorbiaceae, contohnya karet
-Moraceae, contohnya beringin
-Papilionaceae, contohnya kacang tanah
-Labiatae, contohnya kentang
-Convolvulaceae, contohnya kangkung
-Apocynaceae, contohnya kamboja
-Rubiaceae, contohnya kopi
-Verbenaceae, contohnya jati
-Myrtaceae, contohnya cengkih
-Rutaceae, contohnya jeruk
-Bombacaceae, contohnya durian
-Malvaceae, contoh waru
-Mimosaceae, contohnya putri malu
-Caesalpiniaceae, contohnya asam
           

Berdasarkan keeping bijinya, Angiospermae dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu:
-Tumbuhan biji belah. Mempunyai susunan akar tunggang, batangnya kebanyakan bercabang-cabang, daunnya menyebar pada batang atau cabangnya, tulang-tulang daun menyirip atau menjari. Tumbuhan biji belah dibagi menjadi tiga, yaitu tumbuhan getah-getahan (ubi kayu, pohon karet), tumbuhan bunga kupu-kupu (kacang ijo, kacang merah, kedelai), dan tumbuhan terung-terungan (kentang, tembakau, rimbang, cabe besar)

-Tumbuhan biji tunggal. Susunan akarnya akar serabut, ruas-ruas batangnya kelihatan nyata, tulang-tulang daunnya sejajar atau melengkung, bagian-bagian bunganya umumnya berjumlah tiga atau kelipatan tiga, bijinya berkeping tunggal. Contohnya adalah padi-padian, jahe-jahean, palem, enau, rotan, kelapa, nanas, dan pandan.

Peranan Angiospermae antara lain:
-Serat kapas digunakan sebagai bahan pakaian
-Serat yute digunakan sebagai bahan pembuatan karung goni
-Bahan obat-obatan, misalnya lidah buaya (obat luka dan radang kulit), seledri (obat hipertensi), mengkudu (obat hipertensi), dan kina (obat malaria)
-Kayu jati sebagai bahan bangunan, perabot, dan peralatan rumah tangga
-Lada, pala, dan cengkih sebagai rempah-rempah
-Kelapa sawit, karet, tebu, tembakau, dan kopi yang merupakan tanaman perkebunan yang digunakan untuk industri.


Daftar Pustaka
-Google.com
-Wikipedia
-http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2228655-tumbuhan-biji-spermatophyta/
-Biologi 1. Jakarta, Esis

-Biologi. Klaten, Intan Pariwara

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian, Perbedaan dan Jenis-jenis Gymnospermae dan Angiospermae

1 komentar:

  1. Highly descriptive article, I enjoyed that bit.
    Will there be a part 2?

    ReplyDelete

Loading...
Loading...