materi kuliah biologi, biologi kesehatan, biologi sel, karakteristik mahluk hidup, klasifikasi mahluk hidup, plantae, animalia dan kerugian dan keuntungan biologi bagi kehidupan

Thursday, 8 June 2017

Ciri-ciri, Struktur, Anatomi dan Sistem Reproduksi Echinodermata

Ciri-ciri, Struktur, Anatomi dan Sistem Reproduksi Echinodermata -  Setelah sebelumnya kami membahas seputar Struktur Dan Karakteristik Porifera pada kesmpatan kami ini kami akan membahas tentang materi Echinodermata. Echinodermata  berasal dari bahasa Yunani yaitu echinos yang artinya duri dan derma yang artinya kulit. Jadi Echinodermata memiliki lempeng-lempeng dari zat kapur dengan duri-duri kecil sehingga hewan ini disebut hewan berkulit duri. Sampai saat ini terdapat sekitar 7000 spesies yang telah diketahui. Diantara spesies tersebut 80 spesies bersifat sesil, dan terdapat echinodermata yang telah punah. Habitatnya adalah pantai, dasar laut. Pada umumnya echinodermata merupakan benthic animal. Echinodermata bergerak lambat ada yang berkelompok, tetapi tidak berkoloni, ada yang sesil (beberapa crinodea), sebagian pelagic dan tidak ada yang parasit.


Echinodermata
Echinodermata

1.  Ciri-ciri Umum Echinodermata
Berikut ini karakteristik filum echinodermata secara umum:
a.       Semua echinodermata hidup di air laut;
b.      Simetri radial atau pentaradial , selalu terbagi 5 bagian;
c.       Tidak ada kepala;
d.      Tidak bersegmen;
e.       Tubuh memiliki banyak kaki tabung yang befungsi untuk bergerak dan menangkap makanan;
f.       Tubuh ditutupi oleh epidermis yang di sokong oleh skeleton yang tetap dan spina;
g.      Respirasi dengan papulae, kaki tabung atau dengan pohon respirasi;
h.      Semua echinodermata hidup di laut;
i.        Sebagian besar spesies mampu bergerak dengan merangkak dan sangat lambat
j.        Sistem pencernaan sederhana ( beberapa di antaranya dilengkapi dengan anus), rongga tubuh bersilia, biasanya luas, di isi dengan/mengandung sel bebas (amoebosit);
k.      Jenis kelamin terpisah, gonat besar, fertilisasi eksternal, telur banyak, larva mikroskopik, bersilia, biasanya berenang bebas, mengalami metamorfosis. (Stoner, 1961: 270);
l.        Tampilan khusus anggota filum ini seluruhnya memiliki duri. Tepat dibawah kulitnya, duri dan lempeng kapurnya membentuk kerangka;
m.    Tubuhnya berkembang dalam bidang lima antimere yang memancar dari sebuah cakram pusat dimana mulutnya berada di tengah;
n.      Mereka memiliki sistem peredaran air yang terdiri dari sederet tabung berisi cairan yang dipakai dalam pergerakan;
2. Anatomi Echinodermata
Badan berbentuk sebagai bintang dan terdiri atas : satu discus sentralis, dan lima radii. Dataran yang biasanya disebelah bawah, dimana ditengah-tengah discus, terdapat mulut atau actinostoma, ialah dataran oral. Dataran yang disebelah atas disebut aboral.Skeleton terdiri atas laminae yang tersusun rapat. Laminae ini disebut juga ossicula. Mereka terletak diantara dua lapisan jaringan pengikat daidalam dinding badan. Diantara isscula terdapat serabut-serabut otot. Diantara mereka juga terdapat pori kecil yaitu pori dermal. Pada dataran aboral, pada ossicula berpangkal spinae. Diantara spinae tersebut ada yang dapat digerakkan.
Anatomi Echinodermata
Anatomi Echinodermata
Pada dataran oral satu radius ada sulcus ambulacralis. Sulcus ambulacralis ini dibentuk oleh dua baris ossicula amburaclis. Satu ossiculum dari satu baris bersendi dengan satu ossulum dari baris yang lain sehingga besarnya sudut yang dibentuk oleh kedua ossicula itu dapat berubah.
3. Struktur Tubuh Echinodermata
Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atau runcing panjang. Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa. Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral. Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral. Kaki ambulakral memiliki alat isap.
Sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Pertukaran gas terjadi melalui insang kecil yang merupakan pemanjangan kulit. Sistem sirkulasi belum berkembang baik. Echinodermata melakukan respirasi dan makan pada selom. Sistem saraf Echinodermata terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf. Echinodermata tidak memiliki otak. Untuk reproduksi Echinodermata ada yang bersifat hermafrodit dan dioseus.
4. Sistem Gerak Echinodermata
Sistem ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa. Pada hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula. Dari saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula.

Jika ampula berkontraksi, maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur panjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas. Selanjutnya ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk. Kaki tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini ke arahnya. Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu hewan ini juga bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya.
5. Sistem Reproduksi Echinodermata
Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva.
Sistem Reproduksi Echinodermata
Sistem Reproduksi Echinodermata
Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa. Setelah dewasa bentuk tubuhnya berubah menjadi radial simetri.
6. Sistem Pencernaan Echinodermata
Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi.
Sistem Pencernaan Echinodermata
Sistem Pencernaan Echinodermata
Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.
7.  Sistem Pernafasan dan Ekskresi  Echinodermata
Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.
8.  Sistem Peredaran Darah dan Sistem Syaraf Echinodermata
Sistem Peredaran Darah, sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.
Sistem Saraf, sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya.

Demikianlah materi tentang  Ciri-ciri, Struktur, Anatomi dan Sistem Reproduksi Echinodermata yang sempat kami berikan dan jangan lupa juga untuk menyimak materi tentang Struktur Dan Karakteristik Porifera.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ciri-ciri, Struktur, Anatomi dan Sistem Reproduksi Echinodermata

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Loading...
Loading...