materi kuliah biologi, biologi kesehatan, biologi sel, karakteristik mahluk hidup, klasifikasi mahluk hidup, plantae, animalia dan kerugian dan keuntungan biologi bagi kehidupan

Wednesday, 6 June 2018

Tipe Penentuan Jenis Kelamin

Tipe Penentuan Jenis Kelamin - Sebagian besar mekanisme penentuan (determinasi) seks/jenis kelamin brada di bawah kendali genetik dan dapat diklasifikasikan ke dalam salah satu ketegori berikut: 

a. Jantan heterogamet 
Pada manusia dan kebanyakan mamalia, adanya kromosom Y menentukan suatu kecenderungan kepada sifat jantan. Jantan normal secara kromosomal adalah XY dan betina XX. Hal ini menghasilkan rasio seks 1:1 pada setiap generasi. Karena jantan menghasilkan menghasilkan dua buah gamet, maka dikatakan berkelamin heterogamet. Sedangkan betina hanya menghasilkan satu macam gamet, sehingga disebut homogamet. Cara penentuan seks ini umumnya dinyatakan sebagai metode XY. 

Contoh XY pada penentuan Jenis Kelamin

Contoh XY pada penentuan seks
Contoh XY pada penentuan seks 

Pada beberapa jenis serangga, terutama ordo Hemiptera (kepik sejati) dan Orthoptera (belalang), hewan jantannya juga heterogamet. Tetapi menhasilkan sperma yang menyandang X, atau gamet tanpa kromosom seks. Pada hewan jantan spesies ini, kromosom X tidak mempunyai pasangan homolog karena tidak adanya kromosom Y. Jadi komplemen kromosom hewan jantan memperlihatkan jumlah ganjil. Adanya satu-X menentukan sifat jantan dan dua-X menentukan sifat betina. Bila kromosom X tunggal selalu terkandung dalam salah satu dari dua tipe gamet yang dibentuk pada hewan jantan, suatu rasio kelamin 1:1 akan dihasilkan pada keturunannya. Metode penurunan seks seperti ini biasa disebut sebagai metode XO, simbol O menyatakan tidak adanya kromosom yang analog dengan Y pada sistem XY. 

Metode XO pada penentuan Jenis Kelamin: 

Metode XO pada penentuan seks:
Metode XO pada penentuan seks: 


b. Betina heterogamet 
Metode penentuan seks ini ditemukan pada golongan hewan yang secara komparatif besar, termasuk kupu-kupu, gegat, kepik air, ulat sutra dan pada beberapa burung dan ikan. Adanya satu-X dan dua-X pada spesies-spesies ini berturut-turut menentukan sifat betina dan sifat jantan. Hewan betina beberapa spesies (misalnya ayam domestik) mempunyai kromosom yang mirip dengan kromosom Y pada manusia. Kromosomnya diberikan lambang Z dan W berturut-turut untuk menggantikan X dan Y. 

Metode ZO pada penentuan Jenis Kelamin 

Metode ZO pada penentuan sek
Kromosom W pada ayam bukan merupakan unsur penentu jenis kelamin betina yang kuat. 



c. Tipe Ploidi 
Beberapa serangga dapat melakukan partenogenesis, artinya dari sel telur dapat terbentuk makhluk baru tanpa didahului oleh pembuahan oleh spermatozoa. 

Contohnya lebah madu (Apis sp.) 



Jelaslah bahwa penentuan jenis kelamin pada lebah madu tidak dipengaruhi oleh kromosom kelamin pada makhluk lainnya, melainkan oleh sifat ploidi dari makhluknya. Lebah yang diploid (2n) adalah betina, sedangkan yang haploid (n) adalah jantan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tipe Penentuan Jenis Kelamin

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Loading...
Loading...