Pengertian dan Perbedaan Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan, Dalam
ekosistem, terjadi hubungan timbal balik antar organisme dan juga lingkungannya.
Hubungan yang terjadi di antara organisme atau individu tersebut cukup kompleks
dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Dan di dalam pola interaksi hubungan
tersebut ikut melibatkan terjadinya rantai makanan dan jaring-jaring makanan.
![]() |
Rantai makanan |
Proses makan dan dimakan yang diikuti
perpindahan energi dari satu organisme
ke organisme lain dalam tingkatan tertentu disebut rantai makanan
(food chain). Rantai
makanan secara konseptual terstruktur dalam tingkatan tropik. Sebuah tingkatan
tropik mencakup semua organisme atau spesies dengan posisi yang sama dalam
rantai makanan.
Pengertian
Rantai Makanan dan jaring-jaring Makanan
Rantai makanan merupakan perpindahan
materi dan energi yang didapat dari makhluk hidup melalui proses makan dan dimakan.
Berdasarkan jenis matarantai pertamanya, rantai makanan dibedakan menjadi
rantai makanan rerumput dan rantai makanan detritus.
Jaring-jaring makanan ialah
kumpulan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan dalam suatu
ekosistem.
Perbedaan
Rantai Makanan Dan Jaring-Jaring Makanan
Perbedaan rantai makanan dan
jaring-jaring makanan dapat dilihat dari :
·
Struktur
·
Jumlah organisme
·
Kesetimbangan
·
Keterkaitan
antar-organisme
1.
Perbedaan dari Segi Struktur
Sebuah
jaring makanan memiliki struktur yang lebih banyak dari rantai makanan dan
lebih kompleks. Rantai makanan berjalan satu arah seperti halnya suatu rantai,
sedangkan jaring-jaring makanan bergerak bercabang-cabang menjadi banyak arah. Misalnya
ilustrasi jaringan makanan di bawah. Kita dapat memilih sebuah rantai makanan
dasar dari jaring makanan yang kompleks yaitu
: Tanaman Hijau à belalang à
katak à burung elang.
2.
Perbedaan dari Segi Jumlah Organisme
Dalam
setiap rantai makanan, energi akan hilang setiap kali memakan satu organisme
lain. Karena itu, harus ada lebih banyak tanaman dari ada pemakan tumbuhan.
Harus ada lebih banyak autotrof dibanding heterotrof, dan lebih banyak pemakan
tumbuhan daripada pemakan daging. Meskipun ada persaingan yang ketat antara
hewan, ada juga saling ketergantungan. Ketika salah satu spesies punah, hal itu
dapat mempengaruhi seluruh rantai spesies lain dan memiliki konsekuensi tak
terduga. Berbeda dengan jarring-jaring makanan. Ketika salah satu produsen
mati, maka konsumen I dapat memakan produsen lain. Begitu pula jika konsumen I
mati, maka konsumen II dapat memperoleh makanan dari konsumen II lainnya,
begitu seterusnya. Berbeda dengan jaring-jaring makanan. Meskipun energi juga
akan hilang setiap kali memakan organisme lain, namun jumlahnya tidak sebesar
rantai makanan. Hal itu disebabkan karena beragamnya pilihan organisme yang
menjadi sumber makanan organisme lain. Suatu organisme tidak hanya memakan
organisme tertentu saja, organisme tersebut dapat memakan organisme lain
sebagai alternatif.
3.
Perbedaan dari Segi Kesetimbangan
Dalam
rantai makanan, kesetimbangan rantai makanan tunggal sangat bergantung terhadap
setiap organisme di dalamnya. Jika terdapat salah satu organisme saja yang
mati, maka terjadi ketidakseimbangan dalam rantai makanan tersebut. Akan ada
organisme yang jumlahnya membeludak karena tidak dimakan oleh organisme yang
mati tersebut, dan ada pula organisme yang mati karena tidak dapat memakan
organisme yang mati tersebut. keseimbangan sangat harus dijaga dengan baik oleh
setiap organismenya. Berbeda dengan jaring-jaring makanan. Jika terdapat salah
satu organisme yang mati, maka peran dari organisme tersebut dapat digantikan
oleh organisme lain sehingga organisme yang memakan organisme yang mati
tersebut dapat melanjutkan kelangsungan hidupnya dengan memakan organisme lain
yang memiliki peran yang sama dengan organisme yang mati.
4.
Perbedaan dari Segi Keterkaitan antar-organisme
Hampir
tidak ada satu rantai makanan saja yang berinteraksi tetapi puluhan rantai
makanan yang terkait lintas satu sama lain menghasilkan lebih banyak rantai. Pada
kenyataanya, dalam suatu ekosistem hampir tidak ditemui organisme-organisme
yang berperan dalam rantai makanan tunggal saja (kecuali terdapat keterbatasan
jenis organisme dalam suatu ekosistem). Hal ini membuat organisme dalam rantai
makanan saling berhubungan satu sama lain membentuk jaring makanan yang
terlihat seperti sarang laba-laba. Jaring makanan menunjukkan bagaimana hewan
yang berhubungan dan tidak tergantung pada rantai makanan tunggal.