materi kuliah biologi, biologi kesehatan, biologi sel, karakteristik mahluk hidup, klasifikasi mahluk hidup, plantae, animalia dan kerugian dan keuntungan biologi bagi kehidupan

Saturday, 14 January 2017

Kelainan dan Penyakit pada Ginjal

Kelainan dan Penyakit pada Ginjal, Ginjal adalah dua buah organ berbentuk menyerupai kacang merah yang berada di kedua sisi tubuh bagian belakang atas, tepatnya di bawah tulang rusuk manusia. Ketika ginjal mengalami gangguan atau rusak, sisa-sisa metabolisme tubuh dan cairan berlebih bisa tertimbun di dalam tubuh hingga akhirnya menyebabkan terjadinya pembengkakan pada bagian pergelangan kaki, muntah-muntah, merasa lemas, sesak napas, dan kurang tidur. Penyakit ginjal merupakan kondisi yang berbahaya yang mana jika tidak ditangani, ginjal bisa berhenti berfungsi. Jika ginjal berhenti berfungsi, akibatnya bisa mematikan.

Kelainan dan Penyakit pada Ginjal
Kelainan dan Penyakit pada Ginjal

Gangguan pada ginjal
Fungsi ginjal dapat terganggu karena infeksi bakteri,radang, batu ginjal, dan sebagainya. Jika salah satu ginjal tidak berfungsi atau mengalami gangguan, maka ginjal yang satunya lagi akan mengambil alih tugas ginjal yang pertama. Namun ginjal bisa rusak kedua-duanya dan ini akan berakibat sangat fatal karena urea akan tertimbun dalam tubuh dan menyebabkan kematian. Berikut ini adalah kelainan dan penyakit pada ginjal.

a. Anuria
Anuria adalah suatu keadaan dimana tidak ada produksi urine dari seorang penderita. Dalam pemakaian klinis diartikan keadaan dimana produksi urine dalam 24 jam kurang dari 100 ml.

Anuria dapat dikelompokkan dalam 3 golongan yaitu :
1.    Anuria prerenal misalnya terjadi pada keadaan hipoperfusi seperti akibat dehidrasi, combustio, perdarahan, trauma yang massive atau sepsis.
2.    Anuria renal didapatkan pada nekrosis tubuler akut, glumerulonefritis akut, dan pada beberapa keadaan glumerulopati.
3.    Anuria post-renal dapat terjadi akibat obstruksi urethra oleh karena striktura, pembesaran prostat, sumbatan kedua ureter misalnya karena trauma atau laparatomi, proses keganasan dalam rongga pelvis dan batu pada saluran kemih.

Anuria sendiri adalah gejala, bukan penyakit. Hal ini sering dikaitkan dengan gejala lain dari kegagalan ginjal, seperti kurangnya nafsu makan, mual, lemah, dan muntah. Ini adalah sebagian besar hasil dari penumpukan racun dalam darah yang biasanya akan dikeluarkan oleh ginjal yang sehat.

Anuria merupakan gejala terjadinya gagal ginjal. Dari sebab-sebab anuria yang dapat menyebabkan gagal ginjal sebagian besar adalah sebab-sebab di luar ginjal yang dengan kemajuan ilmu kedokteran telah dapat banyak diperbaiki/dicegah.

Pengobatan tergantung pada penyebab yang mendasari gejala ini. Yang paling mudah diobati penyebabnya adalah obstruksi aliran urin, yang sering diselesaikan dengan penyisipan kateter urin ke dalam kandung kemih.Manitol adalah obat yang digunakan untuk meningkatkan jumlah air yang dikeluarkan dari darah dan dengan demikian meningkatkan aliran darah ke ginjal. Namun, manitol merupakan kontraindikasi pada anuria sekunder untuk penyakit ginjal, dehidrasi berat, perdarahan intrakranial (kecuali selama kraniotomi), kongesti paru yang parah, atau edema paru. Dekstrosa dan Dobutamine yang keduanya digunakan untuk meningkatkan aliran darah ke ginjal dan bertindak dalam 30 sampai 60 menit.

b. Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit yang ditunjukkan oleh adanya molekul albumin dan protein lain dalam urine. Penyebabnya karena adanya kerusakan pada alat filtrasi. Albumin yang mencapai ginjal melalui pembuluh darah pada umumnya akan mengalami filtrasi pada glomerulus dan diserap kembali oleh tubulus kontortus proksimal menuju sirkulasi darah. Laju albumin yang terlepas dari penyerapan proksimal ke dalam urin, yang melebihi 150 miligram/24 jam telah dianggap secara medis sebagai patologis.

Penyebab : Asupan protein, kalsium dan vitamin C yang terlalu berlebihan membuat glomerulus harus bekerja lebih keras sehingga terjadi kerusakan pada glomerulus.

Gejala : Timbulnya oedem (pembengkakan berisi cairan) pada daerah – daerah tertentu. Oedem ini timbul karena kurangnya kadar protein albumin di dalam darah sehingga tekanan osmotic di dalam pembuluh darah semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan cairan yang ada di pembuluh darah akan merembes ke jaringan – jaringan lain di luar pembuluh darah sehingga timbullah oedem.

Pencegahan : Mengkonsumsi 8 gelas air putih setiap hari, tidak mengkonsumsi hanya 1 zat gizi.
  
c. Batu Ginjal
Batu ginjal dapat terbentuk karena pengendapan garam kalsium di dalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih sehingga menghambat keluarnya urine dan menimbulkan nyeri. Batu ginjal berbentuk kristal yang tidak bisa larut dan mengandung kalsium oksalat, asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Penyebabnya adalah karena terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan terlalu sedikit mengonsumsi air. Batu ginjal tersebut lebih lanjut dapat menimbulkan hidronefrosis. Hidronefrosis adalah membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar. Hal itu akibat penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh batu ginjal.

Pencegahan :
1.    Perbanyaklah minum air putih agar air seni lancar. Ketika berada di ruangan ber-AC, Perbanyak minum air putih walaupaun tidak haus, Minumlah air putih minimal 8 gelas sehari.

2.    Hindari minum atau memasak menggunakan air yang kandungan kapurnya tinggi. Kapur di dalam tubuh bisa membentuk batu.


3.    Jika menderita penyakit gout dan hiperparatiroid segera atasi. Kedua penyakit itu meningkatkan resiko terbentuknya batu ginjal.

4.    Lakukan olahraga rutin dengan tujuan agar metabolisme di dalam tubuh berjalan dengan baik. Idealnya, lakukan olahraga dua hari sekali. Pilihlah jenis olahraga yang disukai dan lakukan sesuai kemampuan, jangan dipaksakan.

5.    Jangan duduk terlalu lama saat bekerja. Posisi tersebut mempermudah terjadinya pengendapan Kristal air seni yang kemudian membentuk batu. Paling tidak, dua jam sekali bangkitlah dari duduk dan berjalan-jalan sebentar.

6.    Bila terasa ingin membuang air seni sebaiknya segera lakukan. Sangat tidak disarankan untuk menahan air seni, karena Kristal-kristal tersebut bisa mengendap membentuk batu ginjal.

7.    Hindari makanan yang mengandung kalsium tinggi, seperti susu dengan kalsium tinggi. Begitu juga dengan makanan yang mengandung purin tinggi, seperti jeroan, emping, dan brokoli. Dan kurangi konsumsi kacang-kacangan, cokelat, soda dan teh.

Pengobatan : Penyakit ini dapat diatasi dengan pembedahan dan sinar laser. Tujuan dari pembedahan untuk membuang endapan garam kalium. Tujuan menggunakan sinar laser untuk memecahkan endapan garam kalsium.

d. Diabetes Insipidus
Diabetes insipidus (DI) adalah suatu kondisi yang ditandai oleh rasa haus yang berlebihan dan ekskresi dalam jumlah besar sangat diencerkan urin, dengan pengurangan asupan cairan karena tidak berpengaruh pada yang terakhir.Ada beberapa jenis DI, masing-masing dengan penyebab yang berbeda.

1. Diabetes insipidus sentral
Disebabkan oleh gangguan pada proses produksi hormin antidiurektik. Penyebab utama dapat terletak di hipotalamus yang mengalami gangguan. Gangguan pada hipotalamus bisa disebabkan karena tumor atau cidera pada hipotalamus, kerusakan pada kelenjar hipofisis, dan gangguan pembuluh darah.

2.Diabetes insipidus nefrogenesis
Tipe diabetes insipidus yang kedua adalah diabetes insipidus nefrogenesis. Penyakit ini biasanya disebabkan karena adanya masalah pada ginjal Penyebab diabetes insipidus ini adalah ginjal tidak mampu memberi respon pada hormon vasopresin yang berfungsi sebagai antidiurektik. Walaupun hormon vasopresin diproduksi secara normal tetapi ginjal tidak dapat merespon, hal ini tetap membuat cairan urin tidak dapat dikontrol sehingga si penderita akan sangat sering buang air kecil daripada orang yang normal. Untuk mendiagnosis apakah seseorang terkenan penyakit ini, mereka harus menjalani tes yang lumayan berat.

Gejala : Rasa haus yang berlebihan, produksi urine yang berlebihan, kelelahan yang berhubungan dengan gangguan keseimbangan elektrolit.

Pengobatan : Biasanya dilihat dari penyebab nya, pada tipe sentral biasa diberi terapi replacement untuk hormon ADH. Sedangkan untuk tipe nefrogenis bisa dilihat apabila ada pengunaan obat yang menyebabkan gangguan sensitifitas pada reseptor hormon maka harus diberhentikan, biasanya terapi dengan intake cairan yang cukup.

e. Diabetes Melitus
Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai adanya glukosa dalam urine. Penyakit tersebut sering juga disebut penyakit gula atau kencing manis (glukosaria). Kadar glukosa dalam darah meningkat karena kekurangan hormon insulin. Nefron tidak mampu menyerap kembali kelebihan glukosa, sehingga kelebihan glukosa dibuang bersama urine.

Pencegahan :
1.    Kontrol kebiasaan makan.
2.    Kendalikan berat badan.
3.    Olahraga secara teratur.
4.    Kelola faktor resiko lain (hipertensi, kadar lemak darah, dll)
5.    Bagi yang beresiko tinggi, periksa glukosa darah setiap tahun.

Pengobatan : Bagi pasien Diabetes Melitus kendalikan kadar glukosa darah (dengan diet, olahraga & obat sesuai petunjuk dokter) dan periksa secara berkala. Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa. Pasien yang cukup terkendali dengan obat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Obat diberikan pada saat berbuka puasa. Untuk yang terkendali dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. Untuk yang memakai insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja. Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (DMTI) dosis ganda, dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan.

f. Gagal Ginjal
Gagal ginjal terjadi jika salah satu ginjal tidak berfungsi. Kegagalan salah satu ginjal ini akan diambil alih tugasnya oleh ginjal lain. Namun, keadaan ini akan tetap menimbulkan resiko sangat tinggi. Karena menyebabkan penimbunan urea dalam tubuh dan kematian.

Pencegahan : Mengontrol tekanan darah, berhenti merokok, pemeriksaan x-ray, berhenti minum alkohol, minum banyak air putih, pemeriksaan darah dan urine secara rutin.
Pengobatan : Penyakit ini dapat diatasi dengan cangkok ginjal atau menggunakan ginjal tiruan sampai ginjal yang asli dapat kembali berfungsi.

gGlomerulonephritis
Glomerulonephritis adalah penyakit ginjal dimana kondisi yang dialami penderita adalah peradangan yang terjadi pada sebagian besar glomeruli ginjal.

Penyebab : Hal utama yang menyebabkan ginjal penderita mengalami glomerulonephritis adalah karena infeksi, dan infeksi ini dapat mudah terjadi pada ginjal dikarenakan kekebalan tubuh penderita yang rendah. Secara medis dapat diperjelas lagi bahwa penyakit ini timbul sebab sistem kekebalan tubuh yang dikenal dengan nama antibody bergabung dengan zat lain, kemudian membentuk partikel berlebihan dalam darah sehingga tersumbat dalam glomeruli. Jika sudah begitu maka akan timbul peradangan yang membuat glomeruli tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Gejala : adanya darah dalam urine, pembengkakan jaringan tubuh, adanya protein dalam urine dalam hasil tes laboratorium.

Diagnosis : Khusus untuk penyakit ini metode diagnosis yang dilakukan adalah pemeriksaan laboratorium pada bagian organ ginjal penderita serta pemeriksaan air kemih untuk mendeteksi adanya gejala pendarahan atau protein yang berlebihan. Dalam diagnosis ini juga akan ditentukan tingkatan penyakit yang berpengaruh terhadap metode pengobatan tepat untuk diterapkan pada penderita.

Pengobatan : Glomerulonephritis bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan.Jika pengobatan  diperlukan dapat dilakukan diet khusus, obat-obatan pencegah kekebalan (immunosuppressant) atau plasmapheresis (pemisahan plasma dari darah) suatu prosedur untuk membuang bagian darah yang mengandung antibodi.

h. Hematuria
Hematuria adalah kehadiran sel-sel darah merah (eritrosit) dalam urin. Hematuria dapat disebabkan oleh kelainan di dalam sistem saluran kencing atau di luar sistem saluran kencing. Kelainan yang berasal dari sistem saluran kencing antara lain berupa batu saluran kencing, tumor jinak atau tumor ganas seperti tumor ginjal, tumor ureter, tumor buli-buli, tumor prostat, dan hiperplasia prostat jinak.

Selain itu faktor resiko untuk hematuria adalah orang berusia 40 tahun atau lebih, merokok, pekerjaan yang sering membuatnya terpapar bahan kimia, mengkonsumsi obat tertentu atau pernah melakukan iradiasi tulang panggul.

Gejala khas dari hematuria yang disebabkan tumor ginjal, prostat, dan kandung kencing adalah hematuria yang hilang timbul dan hematuria tanpa disertai rasa nyeri. Selain itu nyeri yang menyertai hematuria dapat berasal dari nyeri di saluran kemih bagian atas berupa kolik atau gejala iritasi dari saluran kemih bagian bawah.

i. Nefrosis
Nefrosis adalah kondisi di mana membran glomerulus bocor, menyebabkan sejumlah protein keluar dari darah menuju urine. Air dan Natrium berkumulasi dalam tubuh menyebabkan Edem. Edem  khususnya terdapat  di bagian pergelangan kaki, perut dan mata. Nefrosis umumnya terjadi pada anak-anak.

Nefrosis juga bisa di artikan sebagai  suatu jenis nefritis yang ditandai dengan penurunan kondisi pembuluh-pembuluh pada ginjal. Nefrosis murni sangat jarang dijumpai. Yang lebih sering ditemui adalah yang berhubungan dengan glomerulonefritis atau penyakit-penyakit lain yang menyerang ginjal.
Gejala :
1.  Bengkak di tungkai / kaki, mata, bisa juga pada perut (ascites).
2.  Kebocoran protein di urine yang tinggi,lebih dari 3 g/ urine 24 jam ( normal 150mg/ urine 24 jam ).
3.  Kadar albumin darah yang rendah yaitu kurang dari 3 g/dl.
4.  Kolesterol darah yang tinggi.
5.  Cepat lelah, sering lapar, sulit tidur, dan nafsu makan tinggi.

Pengobatan :
1.  Memberikan obat ramuan yang bersifat menjinakkan keganasan antibody  sekaligus memperbaiki  gangguan ginjal bocor dan mengoreksi semua gangguan metaboliknya. Fungsinya adalah memperbaiki antibodi yang terlalu kuat merusak ginjal.
2.  Diet rendah protein (o,8 gr/kg berat badan )

j. Nokturia
Nokturia (nocturia) adalah buang air kecil yang luar biasa sering di malam hari, menyebabkan pasien terbangun beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil. Nokturia disebabkan oleh sejumlah penyebab mulai dari sekadar terlalu banyak minum di malam hari sampai kondisi serius seperti hilangnya fungsi ginjal, hiperplasia prostat jinak, sistitis, diabetes, gagal ginjal kronis dan infeksi saluran kemih.

Gejala :
·         Infeksi Saluran Kemih (ISK). ISK adalah penyebab utama peningkatan frekuensi buang air kecil.
·         Diabetes. Sering buang air kecil sering merupakan gejala awal dari diabetes saat tubuh mencoba untuk membersihkan diri dari glukosa yang tidak digunakan melalui urin.
·         Prostatitis akut. Prostatitis akut adalah pembengkakan dan iritasi kelenjar prostat yang berlangsung cepat. Prostatitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kelenjar prostat yang menyebabkan dinding kandung kemih menjadi sensitif. Kandung kemih mulai berkontraksi bahkan ketika masih memiliki sejumlah kecil urin.
·         Menstruasi. Hormon dalam tubuh perempuan berubah terus sepanjang bulan. Tepat sebelum menstruasi biasanya kelembaban wanita meningkat. Dalam beberapa hari menstruasi, kelembaban ekstra itu meninggalkan tubuh sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil.
·         Kehamilan. Pada minggu-minggu awal kehamilan rahim mengalami perkembangan sehingga menekan kandung kemih, menyebabkan sering buang air kecil.
·         Sistitis interstisial. Radang dinding kandung kemih kronis yang tidak diketahui penyebabnya ini ditandai dengan nyeri di daerah kandung kemih dan panggul. Gejala utama sistitis adalah dorongan kuat untuk buang air kecil, setiap kalinya hanya mengeluarkan sejumlah kecil urin (Jawa: anyang-anyangen).
·         Kafein. Kafein menghambat kerja hormon antidiuretik (ADH). Hormon itu memastikan bahwa tidak terlalu banyak air dalam urin. Hambatan terhadap ADH membuat produksi air urin meningkat. Disarankan bahwa untuk setiap cangkir kopi Anda meminum segelas air putih untuk mengisi kekurangan tersebut.
·         Obat-obatan. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dapat membuat Anda lebih sering pipis untuk sementara dan kembali normal setelah Anda berhenti minum obat.
·         Stroke atau penyakit neurologis lainnya. Kerusakan saraf yang mengendalikan kandung kemih dapat menyebabkan masalah fungsi kandung kemih, termasuk dorongan untuk buang air kecil yang terlalu sering dan tiba-tiba.
·         Kandung kemih terlalu aktif. Beberapa orang sering buang air kecil terutama di malam hari. Gejala ini disebut nokturia dan biasanya mempengaruhi orang berusia lebih dari 50 tahun, ibu hamil, pria dengan kanker prostat dan gagal jantung. Normalnya, produksi urin di malam hari berkurang sehingga Anda dapat tidur dengan damai. Dalam kasus nokturia, produksi urin tetap besar sehingga mengakibatkan sering buang air kecil.

Pengobatan : Untuk pengobatan dan pencegahan, bisa dilakukan dengan beberapa cara misalnya dengan pemberian obat kolinergik. Obat ini dapat membantu untuk mengontrol keinginan buang air dengan mengurangi kontraksi otot di dinding kandung kemih. Obat ini dapat meningkatkan kapasitas penampungan urine/air kencing pada kandung kemih dan bisa menunda keinginan buang air kecil.

k. Oliguria
Oliguria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh menurunnya fungsi ginjal/gagal ginjal intrinsik dan gagal postrenal . Oliguria merupakan salah satu tanda dari gagal ginjal. Keluaran urine dalam oliguria kurang dari seharusnya.

Gejala : Ekskresi urine kurang dari 1 ml/ kg / hari pada bayi. 0,5 ml/ kg/ jam pada anak dan 400 ml/ hari pada orang dewasa.

Pencegahan :
1.    Mengkonsumsi makanan yang higienis dan bergizi.
2.    Olahraga teratur.
3.    Mengkonsumsi air putih 8 gelas setiap hari.

l. Polyuria
Polyuria adalah penyakit dimana ekskresi urine yang besar dalam periode tertentu. Penyebabnya adalah pada medula ginjal. Gejala penyakit ini adalah banyaknya melakukan ekskresi urine.

Pencegahan :
1.    Mengkonsumsi makanan yang higienis dan bergizi.
2.    Olahraga secara teratur.
3.    Sering mengkonsumsi makanan yang bervitamin.

 mPyelonephritis
Pyelonephritis merupakan infeksi dan peradangan jaringan pada organ ginjal dan renal pelvis ( yaitu ruang yang terbentuk dari perluasan ujung atas dari ureter tubulus yang mana menyalurkan urin ke kandung kemih). Pyelonephritis ini biasanya disebabkan karena bakteri dan merupakan salah satu kelainan pada organ ginjal yang paling sering terjadi dan juga merupakan salah satu kelainana ginjal yang dapat menjadi kronis serta akut.

Gejala :  
      Demam
      Nyeri punggung, pinggul atau pangkal paha
      Nyeri pada perut
      Sering buang air kecil
      Sensasi terbakar atau nyeri ketika buang air kecil
      Nanah atau darah pada urin (hematuria)

Penyebab : Infeksi ginjal umumnya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran urin melalui uretra dan melipatgandakan diri. Bakteri dari infeksi bagian tubuh manapun dapat menyebar melalui pembuluh darah menuju ginjal. Infeksi ginjal tidak umum terjadi dengan cara ini, tetapi dapat terjadi pada beberapa keadaan –sebagai contoh adalah ketika bagian tubuh lain seperti sendi atau katup jantung mengalami infeksi. Infeksi ginjal juga dapat terjadi setelah operasi ginjal meskipun jarang terjadi.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan infeksi ginjal antara lain:
• Wanita memiliki risiko besar mengalami infeksi ginjal dari pada laki-laki. Ini dikarenakan wanita memiliki uretra lebih pendek daripada laki-laki sehingga bakteri mudah mencapai ginjal.
• Penyumbatan pada saluran urin.
• Sistem imun yang lemah.
• Kerusakan syaraf disekitar kandung kemih.
• Penggunaan kateter dalam jangka waktu lama.
• Kondisi yang menyebabkan urin mengalir ke arah yang salah (mengalir dari kandung kemih kembali ke ureter dan ginjal).

Pencegahan :
•    Minum cukup cairan, khususnya air

      Buang air kecil secara teratur

      Kosongkan kandung kemih setelah melakukan hubungan

      Bagi wanita seka bagian kewanitaan dari depan ke belakang secara hati-hati setelah buang air kecil ataupun buang air besar untuk mencegah bakteri dari dubur menyebar ke uretra

      Cuci dengan benar bagian vagina dan dubur setiap hari

      Hindari menggunakan produk kewanitaan pada area kelamin karena dapat membuat uretra iritasi.


n. Radang Ginjal (Nefritis)
Nefritis adalah penyakit yang terjadi karena adanya kerusakan nefron, khususnya bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman. Nefritis biasanya disebabkan adanya bakteri Streptococcus. Rusaknya nefron mengakibatkan urine masuk kembali ke dalam darah dan penyerapan air menjadi terganggu sehingga timbul pembengkakan di daerah kaki.
      
Penyebab : Nefritis biasanya disebabkan oleh infeksi, seperti yang terjadi pada pielonefritis atau suatu reaksi kekebalan yang keliru dan melukai ginjal.Suatu reaksi kekebalan yang abnormal bisa terjadi melalui 2 cara: 1.Suatu antibodi dapat menyerang ginjalnya sendiri atau suatu antigen (zat yang merangsang reaksi kekebalan) menempel pada ginjal. 2.Antigen dan antibodi bergabung di bagian tubuh yang lain dan kemudian menempel pada sel-sel di dalam ginjal.

Pengobatan : Penderita nefritis bisa disembuhkan dengan cangkokan ginjal atau cuci darah secara rutin. Cuci darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan donor ginjal yang memiliki kesesuaian jaringan dengan organ penderita.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kelainan dan Penyakit pada Ginjal

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Loading...
Loading...