materi kuliah biologi, biologi kesehatan, biologi sel, karakteristik mahluk hidup, klasifikasi mahluk hidup, plantae, animalia dan kerugian dan keuntungan biologi bagi kehidupan

Wednesday, 18 January 2017

Sistem Peredaran Darah pada Manusia

Sistem Sirkulasi ( peredaran darah ) pada Manusia, Bila kita perhatikan keadaan di bawah kulit kita, kita sungguh akan takjub, lantaran kita akan menyaksikan suatu gelombang kehidupan dengan aktivitas masing – masing. kita akan kagum, karena semua organ tubuh bekerja dengan sangat teratur dan sangat rapi. masing – masing melaksankan tugasnya dengan tidak merasa iri hati kepada yang lain, sekalipun yang satu, kerjanya lebih berat dari yang lain. 
Sistem Sirkulasi ( peredaran darah ) pada Manusia
Sistem Sirkulasi

Jantung itulah yang dimaksudkan dengan qolb dalam hadis terdahulu. Dia terletak pada rongga dada dan dikelilingi oleh selaput pembungkus yang disebut “ Pericardium ”. Besar jantung hanyalah sekepal tangan, dengan berat yang tak kan lebih dari 300 gram. Jantung ini, bekerja sejak kita janin dalam kandungan ibu. Walaupun otot ini kecil, tetapi di sanahlah terletak hidup dan matinya manusia ataupun binatang. Artinya Allah menghidupkan manusia dengan bekerjanya jantung dan Allah akan mematikan Manusia dengan menghentikan aktivitas jantung.



Darah yang sudah dibersihkan oleh paru – paru sebagaimana telah kita bicarakan, masuk kedalam serambi kiri. darah bersih itu warnanya sangat cemerlang dan banyak mengandung oksigen untuk pembakaran pada sel – sel seluruh tubuh. Dari serambi kiri berpindah ke bilik kiri. dan bilik kiri keluar melalui pembuluh nadi ( arteri ) keseluruh tubuh. Pembuluh nadi yang besar disebut aorta. dia mengedarkan zat – zat makanan ke segala penjuru, shingga satu pun bagian tubuh tidak ada yang tidak kebagian.

Sistem Peredaran Darah Manusia
Al-Qur’an dan hadits merupakan pegangan hidup manusia. Di dalamnya, terdapat petunjuk tentang berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk bidang medis. Di dalam al-Qur’an dan hadits, kita dapat menemukan penggambaran yang akurat mengenai struktur anatomi, fisiologi,  prosedur operasi, pengobatan, pencegahan, maupun kesehatan dari segi spiritual. Salah satunya adalah penjelasan tentang jantung, darah, sistem sirkulasi, dan betapa pentingnya hal-hal tersebut.

Mahluk hidup membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas hidupnya. Untuk menghasilkan energi tubuh membutuhkan berbagai materi yang diambil dari lingkungan.Agar materi tersebut bisa sampai ke tingkat seluler diperlukan suatu system khusus yaitu system sirkulasi.


Sistem sirkulasi terdiri 3 komponen :
  • Darah, sebagai media pengangkut
  • Jantung sebagai pompa
  • Pembuluh darah sebagai jalur pendistribusian
     
Pada manusia dikenal 2 sistem sirkulasi :
  • Sirkulasi pulmonal dari jantung kanan paru melalui arteri pulmonalis jantung kiri melalui vena pulmonalis
  • Sirkulasi sistemik dari jantung kiri keseluruh tubuh melalui aorta dan kembali ke jantung kanan melalui vena cava superior-inferior
     
Berdasarkan fungsi, susunan pembuluh darah dapat digolongkan dalam :
  • Distributing system pada arteri
  • Collecting system pada vena
  • Capillary system pembuluh darah kapiler, antara arteri dan vena

Anatomi Jantung
Jantung terbagi dalam 4 ruangan :
  • Atrium kanan dan kiri
  • Ventrikel kanan dan kiri
  • Lapisan sebelah luar : Perikardium parietal
  • Lapisan sebelah dalam : perikardium visceral

Jantung terdiri dari 3 lapisan otot :
  • Perikardium
  • Miokardium
  • Endokardium
  • Atrium kanan berfungsi sebagai penyalur darah dari vena sirkulasi
  • sistemik ventrikel kanan paru
  • Ventrikel kanan / ventrikel dextraketebalan dinding ventrikel kanan 1/3 ventrikel kiri, Fungsi : Menyalurkan darah ke sirkulasi pulmonal
  • Atrium Kiri / Atrium sinistra Menerima darah dioksigensasi dari paru melalui V. pulmonalis. Darah dari atrium kiri mengalir ke ventrikel kiri melalui katup mitral
  • Ventrikel kiri / ventrikel sinistraMempunyai dinding tebal, menghasilkan tekanan tinggi agar mampu mengatasi resistensi sirkulasi sistemik
  • Katup JantungKatup jantung berfungsi mempertahankan aliran darah melalui keempat bagian jantung dalam satu arahAda 2 jenis katup : Katup atrioventrikuler (AV) antara atrium & ventrikelKatup semilunaris memisahkan aorta dan arteri pulmonalis dengan ventrikel
  • Katup Atrioventrikuler,Katup Trikuspidalis antara atrium kanan dengan ventrikel kanan, Katup Mitral / Bikuspidalis antara atrium kiri dengan ventrikel kiri, Katup ini melekat pada berkas jaringan tipis disebut korda tendinea Korda tendinea meluas menjadi papilaris
  • Katup Semilunaris
    Terdiri dari 3 daun katup simetris
    Katup aorta memisahkan aorta dengan ventrikel kiri
    Katup pulmonalis memisahkan pulmonalis dengan ventrikel kanan
    Diatas katup aorta ada 3 penonjolan dinding aorta disebut sinus valsava
    Muara arteri koronaria ada di sinus valsava
     
Sistem Konduksi
Dalam miokardium ada penghantar khusus yang dapat merangsang kontraksi otot jantung, mempunyai sifat sebagai berikut :
·         Otomatisasi
·         Ritmisitas
·         Daya Konduksi
·         Daya Rangsang
·         Impuls jantung dimulai dari nodus sinoatrial (SA nodus)
·         SA nodus disebut “FACE MAKER”, terletak di dinding sebelah bawah atrium kanan.
·         Dari SA nodus impuls diteruskan ke otot jantung melalui “Berkas Bachmann’s”.
·         Sebagian impuls disalurkan ke “nodus atrioventrikuler”melalui jalur yang ada dalam SA nodus
·         Nodus AV (AV Node) jalur normal impuls dari atrium ke ventrikel Nodus AV juga berfungsi mengatur impuls ke atrium ke ventrikel pengisian ventrikel selama atrium berkontraksi
·         Penahanan yang berlebihan pada AV node blok jantung 
·         Impuls dari Nodus AV menuju berkas Hiss
·         Berkas Hiss bercabang menjadi cabang kanan & kiri menjadi serat / sistem purkinye yang menyebar impuls ke seluruh permukaan dalam ventrikel
Sirkulasi Sistemik
  • Terdiri dari : arteri, arteriola, kapiler, venula dan vena
  • Dinding pembuluh darah terdiri 3 lapisan : tunika adventisia, tunika media, dan tunika intima
  • Sistem arteri disebut sirkuit resistensi karena merupakan sirkuit yang rendah volume, tinggi tekanan
  • Sistem vena disebut sistem kapasitansi, oleh karena sifatnay bertekanan rendah dan volume besar
  • Perubahan kapasitas vena terjadi oleh karena tekanan pada vena oleh otot rangka dan tekanan rongga dada dan perut
  • Antara arteriola dan kapiler ada sfinkter prekapiler
  • Antara kapiler dan venula ada sfinkter postkapiler

Sirkulasi Koroner
  • Fungsi : untuk nutrisi otot jantung
  • Terdiri dari A. koronaria kanan dan kiri
  • koronaria kiri mempunyai 2 cabang :
  • Ramus descendens anterior
  • Ramus circumflexus

Sirkulasi Pulmonal
  • Pembuluh darah pulmonal mempunyai dinding yang lebih tipis
  • Mempunyai tekanan 1/6 dari pembuluh darah sistemik
  • Dipengaruhi oleh perubahan kadar oksigen dan CO2

Inervasi Sistem Kardiovaskuler
  • Sistem simpatis
  • Sistem parasimpatis
  • Daya atur daraf otonom pada jantung membutuhkan komponen : sensor, aferen, pusat integrasi, eferen dan reseptor
  • Ada 2 sensor utama ; BaroreseptorKemoreseptor
  • Baroreseptor peka terhadap perubahan bentuk pembuluh darah akibat perubahan tekanan darah
  • Kemoreseptor peka terhadap penurunan konsentrasi Odalam arteri (O2, CO2, PH  )
  • Lintas eferen parasimpatis dan pusat kardioregulator ke jantung disalurkan melalui N.vagus
  • Simpatis melalui N.kardiakus

Curah Jantung
  • Curah jantung jumlah darah yang dipompa oleh ventrikel kiri dalam satu menit (lt/menit)
  • Normal : 5-6 liter
  • Exercise 
  • Trained : sampai 40 liter
  • Untrained : 20-25 liter
  • Curah jantung : SV X Frekuensi nadi/menit
Stroke Volume / Isi Sekuncup
  • Kontraktilitas
  • Afterload : tegangan ventrikel selama sistole membuka katup semilunaris
    Rumus curah jantung (lt/menit) :
    = 2.125 + 0.337 x BB (kg)
    = 2.125 + 0.397 x TB (cm)

Venous Return 
·         Banyaknya darah yang dipompa oleh jantung berhubungan dengan jumlah darah yang kembali ke jantung kanan (VR)
·         Faktor yang mempengaruhi VR :
·         Kontraksi / pompa otot (muscle pump)
·         Pompa respirasi (respiratory pum)
·         Vena Konstriksi

Distribusi Aliran Darah
  • Pada Istirahat 20 % darah ke otot
  • 80 % ke organ visceral (G-iT, Hati, limpa dan ginjal)
  • Exercise 85-90 % darah ke otot (redistribusi)
  • Redistribusi oleh karena :
  • Refleks venokonstriksi organ inaktif
  • Refleks vasodilatasi pembuluh darah di otot
  • Berarti 450 ml Oditransfer ke otot tanpa peningkatan Cardiac Out Put atau 15 % Ototal yang dibutuhkan tubuh. 

Denyut Nadi
  • Setiap usaha meningkat denyut nadi meningkat Pada Trained denyut nadi bisa di bawah 40x/menit denyut nadi lebih tinggi oleh karena Hb <<
  • Exercise akan menurunkan denyut nadi oleh karena terjadi peningkatan stroke volume (Efisiensi sistem sirkulasi)
  • Fungsi mengetahui denyut nadi pada program latihan : Untuk mengetahui dosis latihanUntuk mengetahui efek latihan
  • Cardiac Out put pada Prolong Exercise :Exercise >> 30 menit, cardiac out put relatif stabil SV menurun denyut nadi meningkat

Maksimal Aerobik Power
  • Maksimal aerobik power (VOmax) jumlah oksigen maksimal yang dikonsumsi dalam satuan ml/kgBB/menit
  • Pada orang terlatih dapat mencapi 75ml/kg/menit
  • Pada sedentary / Nontrained hanya 25-40 ml/kgBB/menit
  • Perubahan pada jantung dan sirkulasi darah orang yang melakukan latihan
  • Perubahan ukuran jantungPenurunan denyut jantung
  • Peningkatan isi sekuncup / stroke volume
  • Bertambahnya volume darah dam haemoglobin
  • Perubahan densitas kapiler darah

Darah dan Sistem Sirkulasi
Darah dan Sistem Sirkulasi pada manusia
darah

Darah yaitu pembawa zat-zat ini, dipompakan melalui system tertutup pembuluh-pembuluh darah oleh jantung. Oleh karena itu system peredaran darah manusia dikenal dengan sebutan peredaran darah tertutup.


Sirkulasi Darah adalah sistem transpor yang mengsuplai zat-zat yang diabsorpsi dari saluran pencernaan dan O2 ke jaringan, mengembalikan CO2 ke paru-paru dan produk-produk metabolisme lainnya ke ginjal, berfungsi dalam pengaturan temperature tubuh dan mendistrikbusikan hormone-hormon dan zat-zat lain yang mengatur fungsi sel.

Dalam surat Al-Qaaf: 16 kita bisa lihat bagaimana deskripsi tentang dekatnya Allah dengan manusia.
ôs)s9ur $uZø)n=yz z`»|¡SM}$# ÞOn=÷ètRur $tB â¨Èqóuqè? ¾ÏmÎ/ ¼çmÝ¡øÿtR ( ß`øtwUur Ü>tø%r& Ïmøs9Î) ô`ÏB È@ö7ym ÏƒÍuqø9$# ÇÊÏÈ
Artinya :“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”  Urat leher yang dimaksudkan dalam ayat tersebut ialah pembuluh darah yang terdapat di leher yaitu Vena Jugular.

Pertanyaan yang kemudian timbul dari ayat ini ialah mengapa harus menganalogikan kedekatan Allah dengan pembuluh darah? Lalu kenapa harus yang di leher? Sebegitu pentingkah pembuluh darah tersebut?

Jika kita lihat secara anatomis, vena jugular membawa darah dari bagian kepala (otak, kranium/tempurung kepala, wajah) dan leher untuk kembali ke jantung jadi bisa disimpulkan betapa penting dan vitalnya pembuluh ini.

Bisa kita lihat dari ayat ini kalau pencipta Al-Qur’an (Allah SWT) benar-benar mengetahui betapa pentingnya darah, pembuluh darah, serta sirkulasi darah di seluruh tubuh. Jika Allah tidak mengetahui pentingnya darah, pasti analogi yang digunakan bukanlah pembuluh darah yang notabenenya berfungsi untuk mengalirkan darah. Lalu jika Allah tidak mengetahui sirkulasi darah di seluruh tubuh, buat apa Allah menspesifikasikan analoginya dengan pembuluh darah di leher?

Pembuluh darah besar lainnya yang disebutkan dalam Qur’an ialah Al-Aatiin (aorta). Aorta merupakan pembuluh darah besar yang mengalirkan darah langsung dari jantung untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Dalam Surat Al Haqqah ayat 45 dan 46 Allah berfirman:
$tRõs{V{ çm÷ZÏB ÈûüÏJuø9$$Î/ ÇÍÎÈ §NèO $uZ÷èsÜs)s9 çm÷ZÏB tûüÏ?uqø9$# ÇÍÏÈ
Artinya :“Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.”

Maksud dari ayat tersebut ialah jika Rasulullah SAW berdusta terhadap Allah maka sanksi yang akan diberikan ialah pemotongan pembuluh darah yang keluar dari jantungnya (aorta) sehingga kematian adalah hasil akhirnya.

Aorta memiliki aliran darah yang cepat karena tekanannya langsung berasal dari kontraksi jantung, selain itu volume darahnya masih sangat banyak (hanya punya 1 percabangan kecil yaitu koroner) oleh karena itu ketika aorta dipotong maka konsekuensinya ialah akan terjadi pendarahan yang sangat hebat lalu syok dan dengan mudahnya dapat menimbulkan kematian.
Ayat ini menjelaskan bahwa: 1. Darah dipandang sebagai suatu “kendaraan” untuk hidup, 2. Arteri yang langsung berasal dari jantung (aorta) penting untuk mempertahankan hidup. Sistem Peredaran Darah Manusia pada manusia tersusun atas jantung sebagai pusat peredaran darah, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri.

1.  Jantung
Jantung mempunyai empat ruang yang terbagi sempurna yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel) dan terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas diafragma. Jantung terbungkus oleh kantong perikardium yang terdiri dari 2 lembar :
a. lamina panistalis di sebelah luar
b. lamina viseralis yang menempel pada dinding jantung.
Jantung memiliki katup atrioventikuler (valvula bikuspidal) yang terdapat di antara serambi dan bilik jantung yang berfungsi mencegah aliran dari bilik keserambi selama sistol dan katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) yang berfungsi mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis kiri ke bilik selama diastole.

2Pembuluh Darah
Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagian endotheliumnya.
Arteri dan vena terletak bersebelahan. Dinding arteri lebih tebal dari pada dinding vena. Dinding arteri dan vena mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan bagian dalam yang terdiri dari endothelium, lapisan tengah yang terdiri atas otot polos dengan serat elastis dan lapisan paling luar yang terdiri atas jaringan ikat ditambah dengan serat elastis. Cabang terkecil dari arteri dan vena disebut kapiler. Pembuluh kapiler memiliki diameter yang sangat kecil dan hanya memiliki satu lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal. Perbedaan struktur masing-masing pembuluh darah berhubungan dengan perbedaan fungsional masing-masing pembuluh darah tersebut.

Jantung disebutkan beberapa kali di Al-Qur’an dan hadits. Perbedaan keadaan jantung (seringkali kata “heart” diartikan sebagai “hati” dalam teks Indonesia) digambarkan di Al-Qur’an menjadi tiga: keadaan jantung orang mukminin, kafirun, dan munafiqun. Orang-orang mukminin digambarkan memiliki jantung yang hidup, orang kafir memiliki jantung yang mati, sedangkan orang munafik memiliki jantung yang sakit.

Dua tipe jantung yang  dijelaskan dalam Qur’an yaitu jantung secara spiritual dan fisik.Para ulama menyatakan terdapat 2 tipe dari jantung spiritual: syubhat (keragu-raguan karena suatu hal yang dalilnya masih dalam pembicaraan atau masih ada perselisihan, maka lebih baik menghindari hal tersebut sebagai bentuk kehati-hatian) dan syahwat/nafsu yang ketika berlebihan maka akan membawa keburukan. Emosi, tingkah laku, pengetahuan, penyakit, keinginan, kejujuran, aksi dan reaksi semuanya berakar pada jantung. Dengan demikian, peranan jantung di dalam Islam tidak hanya dipandang secara fisiologi tetapi juga dari sisi psikologi.

Al-Qur’an dan hadits menganalogikan jantung sebagai pengatur emosi sehingga menjadikan jantung memiliki banyak karakteristik yang pada kedokteran modern dianggap berasal dari otak.
Selain memandang jantung dari sisi psikologis, Islam juga memandang jantung dari segi anatomis dan fisiologis.
“There is in the body a clump of flesh – if it becomes good, the whole body becomes good and if it becomes bad, the whole body becomes bad. And indeed it is the heart.”
-Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu!- (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadits diatas dapat diketahui bahwa ternyata jantung merupakan kumpulan otot (segumpal daging) dan bukannya cair seperti darah ataupun padat dan keras seperti tulang.
Terdapat juga hadits yang menggambarkan tentang proses operasi jantung, ekstraksi (pengeluaran) gumpalan darah/trombus, dan juga penanganan penyakit jantung.
“Ketika aku sedang berada di belakang rumah bersama saudaraku (saudara angkat) menggembalakan anak kambing, tiba-tiba aku didatangi dua orang lelaki-mereka mengenakan baju putih- dengan membawa baskom yang terbuat dari emas penuh dengan es (zam-zam). Kedua orang itu menangkapku, lalu membedah dadaku. Keduanya mengeluarkan hatiku dan membedahnya, lalu mereka mengeluarkan gumpalan hitam darinya dan membuangnya. Kemudian keduanya membersihkan dan menyucikan hatiku dengan air itu sampai bersih.”
Pendeskripsian mengenai proses operasi ini membutuhkan keilmuan di bidang anatomi jantung,  fisiologi jantung, dan efek buruk trombus/gumpalan darah.

Kelainan Pada Sistem Peredaran Darah
Kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah antara lain:
1.  Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak berbentuk plak (kerak) yaitu jaringan ikat berserat dan sel-sel otot polos yang di infiltrasi oleh lipid (lemak).
2.   Anemia yaitu rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam darah
3.  Varises yaitu pelebaran pembuluh darah di betis
4.  Hemeroid (ambeien) pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur
5.  Ambolus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.
6.  Trombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak .
7.  Hemofili yaitu kelainan darah yang menyebabkan darah sukar membeku (diturunkan secara hereditas).
8.  Leukemia (kanker darah ) yaitu peningkatan jumlah eritrosit secara tidak terkendali.
9.  Erithroblastosis fetalis yaitu rusaknya eritrosit bayi/janin akibat aglutinasi dari antibodi yang berasal dari ibu.
10.   Thalasemia yaitu anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun.
11.   Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi akibat arteriosklerosis.

Walaupun tidak dijelaskan secara eksplisit di Al-Qur’an dan hadits, gaya hidup yang diajarkan disana dapat menurunkan secara drastis kemungkinan seseorang mendapatkan penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung, penggumpalan darah, atherosklerosis, maupun  arteriosklerosis dengan cara meningkatkan aktivitas spiritual, makan tidak berlebihan (cukup), kegiatan fisik yang cukup, mengurangi marah dan dengki, menghindari sifat rakus, dan tidak memakan makanan dan minuman yang diharamkan.

Muslim melakukan shalat wajib 5x sehari, terdiri dari gerakan berdiri, sujud, dan duduk. Ketika melakukan shalat, Allah menyuruh kita untuk tidak melakukannya dengan bermalas-malasan. Orang yang melakukan shalat secara bermalas-malasan tidak akan mendapatkan keuntungan apapun baik dari sisi spiritual maupun fisik untuk kesehatannya. Jumlah sujud bervariasi dari waktu sahalat satu dengan yang lain sehingga jumlah gerakan fisik pun menjadi turut berbeda. Terdapat peningkatan jumlah sujud dari pagi-malam sesuai dengan aktivitas yang dilakukan manusia. Ketika siang-sore seseorang biasanya makan dengan porsi lebih banyak, dengan melakukan aktivitas yang cukup pada saat tersebut dapat membantu  mempercepat pencernaan makanan dan dalam jangka panjang dapat mengurangi peluang terbentuknya trombus. Rasulullah SAW menasehati kita untuk tidak segera tidur dan melakukan aktivitas yang berlebihan setelah makan.

Gerakan ketika shalat juga dapat mencegah terjadinya pembentukan thrombosis pada vena dalam (Deep Vein Thrombosis). Gerakan berdiri dan duduk yang dilakukan berulang-ulang sepanjang hari dapat mengaktifkan muscle pump (otot rangka yang membantu memberikan tekanan ke  pembuluh darah untuk mengembalikan darah ke jantung) di bagian kaki (seperti gastrocnemius dan soleus) yang mampu meningkatkan venous return (kembalinya darah dari vena ke jantung) ketika berdiri dan memindahkan darah dari vena perifer (tepi) ke vena sentral sehingga dapat mencegah terjadinya edema (pembengkakan) dan pembentukan trombus.

Selain itu Rasulullah SAW juga menyarankan kepada kita untuk mengkonsumsi makanan-makanan seperti ikan yang rendah lemak dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, dan juga biji-bijian yang memiliki serat yang tinggi. Kolesterol yang tinggi dapat memicu timbulnya kerusakan pada pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner akibat atherosklerosis.

Allah melarang kita untuk memakan daging babi dan alkohol. Dengan mengkonsumsi daging babi, seseorang beresiko terkena penyakit seperti trichinella dan taeniasis, selain itu kandungan lemak dan kalorinya juga tinggi. Walaupun Allah mengakui adanya manfaat dari alkohol, tapi Allah menyatakan bahwa mudharat/keburukannya lebih banyak daripada manfaatnya jika dikonsumsi. Alkohol dapat mengakibatkan efek buruk pada banyak organ, seperti liver, usus, lambung, pankreas, jantung, dan otak.

Jadi, dengan mengikuti gaya hidup yang disarankan oleh Qur’an dan hadits dapat mengurangi kemungkinan terjadinya berbagai penyakit kardiovaskular.
Kesimpulan yang dapat diambil ialah:
  1. Al-Qur’an dan hadits tidak hanya bersifat religious dan spiritual tapi juga keilmiahan.
  2. Jantung digambarkan di Qur’an dan hadits sebagai organ secara psikologi dan fisik.
  3. Jantung, darah dan pembuluhnya, dan sistem sirkulasi sudah tercantum dengan begitu apiknya dengan pemahaman tingkat tinggi di Al-Qur’an jauh sebelum penelitian para ilmuwan.
  4. Banyak terdapat cara untuk menghindari penyakit kardiovaskular yang sudah diketahui sejak dulu kala bahkan sebelum para ilmuwan mengetahui penyakit tersebut terlebih patomekanisme penyakit itu.
DAFTAR PUSTAKA

Thayyib. 2010. Keajaiban Sains Islam. cetaka I. Yogyakarta : Pinus book Publisher.
Saif Al Battar. “Kebenaran Islam tentang jantung manusia yang ditulis oleh al-Qur’an”. Rabu, 04 Desember2012.

http://arrahmah.com/read/2012/06/27/21238-kebenaran-islam-tentang-jantung-manusia-yang-ditulis-oleh-al-quran.html. Diakses pada tanggal 5 Desember 2012

Marios Loukas. “The heart and cardiovascular system in the Qur’an and Hadeeth”. 03 Desember 2012.

http://fski.wordpress.com/2011/10/11/sistem-kardiovaskular-dalam-al-quran/ Diakses pada tanggal 5 Desember 2012

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sistem Peredaran Darah pada Manusia

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Loading...
Loading...