materi kuliah biologi, biologi kesehatan, biologi sel, karakteristik mahluk hidup, klasifikasi mahluk hidup, plantae, animalia dan kerugian dan keuntungan biologi bagi kehidupan

Sunday, 15 January 2017

Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar, Ekosistem perairan berarti hubungan makhluk hidup perairan, seperti ikan, buaya dan lainnya dengan makhluk tak hidup, misal batu, air, udara dan lainnya. Ekosistem perairan meliputi ekosistem air tawar dan ekosistem air laut . Ekosistem perairan (akuatik) sebagian besar komponen biotik dan abiotiknya berada di air.


Ekosistem Air Tawar
Ekosistem Air Tawar
Ekosistem Air Tawar
Ekosistem air tawar adalah suatu bentuk menyeluruh atau tatanan yang ada di dalam air tawar dan sekitarnya yang terdiri dari makhluk hidup di dalam air tersebut dan lingkungan air tawar itu sendiri. Ekosistem air tawar sering dikatakan juga sebagai perairan darat (Kimball, 1991).

a.   Ciri-ciri ekosistem air tawar ciri-ciri ekosistem air tawar dapat dijelaskan sebagai berikut :
   1.    Salinitas (kadar garam) rendah, lebih rendah jika dibandingkan dengan sitoplasma
   2.    Adanya aliran air (arus), hal ini amat menentukan distribusi gas yang vital, garam mineral dan organisme kecil.
   3.    Variasi suhu antara siang dan malam tidak terlalu besar.
   4.    Penetrasi (masuknya) cahaya matahari terbatas/kurang.
  5.    Ekosistem air tawar tetap dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, meskipun pengaruh tersebut relatif kecil apabila dibandingkan dengan ekosistem darat.
  6.   Perubahan ketinggian air terlihat nyata sekali , misalnya pada waktu musim hujan air sungainya tinggi (berlimpah) dan musim kemarau terlihat sedikit (kekeringan).
   7.    Kadar oksigen terlarut pada ekosistem air tawar relatif lebih tinggi.
   8.    Intensitas cahaya yang diterima pada ekosistem air tawar cukup tinggi, walaupun karena berbagai faktor penetrasi cahaya matahari ke dalam air agak berkurang.
   9.    Secara fisik dan biologis ekosistem ait tawar merupakan perantaraan ekosistem darat dan laut, yang sering disebut sebagai air payau (lingkungan estuari), estuarin merupakan lingkungan lingkungan perairan setengah tertutup di pinggiran daratan yang terpengaruh oleh pasang surut air laut.
  10. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya adalah tumbuhan biji.

b.Penggolongan Ekosistem Air Tawar Berdasarkan Bentuknya Berdasarkan bentuknya ekosistem air tawar dapat digolongkan menjadi:

1. Kolam
Kolam merupakan ekosistem buatan dan sebuahperairan yang cukup dangkal sehingga cahaya dapat menembus sampai ke dasarnya. Tumbuhan yang hidup dihabitat kolam antara lain teratai dan enceng gondok. Organisme lain yang berada di dalam kolam adalah berbagai jenis plankton, crustacea kecil, molusca, beberapa jenis ikan, serta insecta.

2. Danau
Danau adalah perairan darat yang ukurannya lebih besar daripada kolam. Akan tetapi batas-batas ukuran danau tidak jelas. Para ahli menyebutkan danau adalah perairan darat yang mempunyai kedalaman air sedemikian rupa, sehingga dasar perairannya selalu gelap karena tidak dapat tercapai oleh cahaya matahari.

3. Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.

4. Rawa
Ekosistem air tawar berupa rawa memiliki habitat dengan ciri-cirinya adalah variasi temperatur atau suhu rendah, kadar garam rendah, penetrasi cahaya yang kurang, dipengaruhi iklim dan cuaca di sekitar, danmemiliki tumbuhan-tumbuhan tingkat tinggi (dikotil dan monokotil), tumbuhan tingkat rendah (alga, jamur, gulma, ganggang hijau) yang berfungsi sebagai produsen, serta memiliki ikan air tawar yang dapat dijadikan sebagai sumber pangan protein hewani.

2.1  Danau
Danau adalah ceruk atau cekungan pada permukaan bumi yang berisi air. Jadi ekosistem danau adalah hubungan beberapa populasi yang hidup disuatu ceruk atau cekungan pada permukaan bumi yang berisi air yang mengadakan interaksi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan lingkungan abiotik dan hubungannya adalah timbal balik.

a.    Komponen Biotik dan Abiotik Ekosistem Danau
Komponen ekosistem danau tersusun atas komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik) yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

Komponen Biotik
Komponen biotik dalam ekosistem danau meliputi semua jenis makhluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme.

Komponen abiotik
Komponen abiotik dalam ekosistem danau meliputi suhu, air, cahaya matahari, angin, batu dan tanah, dan tingkat keasaman/pH tanah.
b.    Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi. Adaptasi organisme air tawar adalah sebagai berikut.

Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea gigantean) mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.

Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.

c.    Macam-Macam Danau
Berdasarkan Jenis Airnya Danau yang terbagi didasarkan jenis airnya , menjadi :
a.    Danau air tawar yaitu danau yang berair tawar, danau jenis ini memiliki ciri yaitu memiliki pelepasan berupa sungai, contoh danau toba
b.    Danau air asin yaitu danau yang berair asin dimana danau jenis ini tidak memliki pelepasan, karena merupakan akhir dari sungai dan pelepasan hanya merupakan penguapan saja. Contoh : Danau sentani (Papua).
c.    Danau air asam yaitu danau yang airnya berasal dari belerang. dan memiliki ciri : biasanya merupakan kawah gunung berapi yang berisi air hujan dan airnya berwarna hijau kekuning-kuningan. Contoh Danau Tangkuban perahu.

Berdasakan Kapasitas Air Danau berdasarkan kapasitas airnya , terbagi menjadi
a.    Danau permanen yaitu danau yang kapasitas airnya tidak dipengaruhi oleh musim
b.    Danau temporer  yaitu dana yang kapasitas airnya bersifat fluktuaktif (meluap ketika musim hujan dan surut ketika musim kemarau).

Berdasarkan Produksi Materi Organik Danau berdasarkan produksi materi organiknya, yaitu sebagai berikut.
a.    Danau oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. Ciri-cirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun.
b.    Danau eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat produktif. Ciri-cirinya adalah airnya keruh, terdapat bermacam-macam organisme, dan oksigen terdapat di daerah profundal.

Berdasarkan Proses Terbentuknya Berdasarkan proses terbentuknya, danau dibedakan atas beberapa jenis yaitu sebagai berikut :
a.    Danau Tektonik, yaitu danau yang terbntuk oleh tenaga endogen yang bersumber dari gerakan tektonik seperti cekungan-cekungan akibat patahan dan lipatan. Contohnya Danau Tempe, Danau Tondano dan Danau Towuti di Sulawesi.
b.    Danau Vulkanik, yaitu danau bekas gunung api. Air danau berasal dari curah hujan yang tertampung pada lubang kepundan atau kaldera. Contohnya Danau Kawah Gunung Kelud, Gunung Batur, dan Gunung Galunggung.
c.    Danau Vulkano-Tektonik, yaitu danau yang terbentuk karena gabungan proses vulkanik dan tektonik. Patahan atau depresi pada bagian permukaan bumi pasca letusan. Dapur magma yang telah kosong menjadi tidak stabil sehingga terjadi pemerosotan atau patah. Cekungan akibat patahan tersebut kemudian diisi oleh air contohnya Danau Toba di Sumatera.

d.    Pembagian Daerah dalam Ekosistem Danau
Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan tepi.Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. Komunitas organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis, serangga, crustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang sering mencari makan di danau.

Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan masih  dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh berbagai  fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri. Ganggang  berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan tinggi selama musim panas dan musim semi. Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udang-udangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar, kemudian  ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan burung pemakan ikan.

Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik danau.  Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba

Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati

2.2 Ekosistem Lotik
Berdasarkan keadaan airnya, ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua macam, yaitu ekosistem air tawar lentik (tenang) dan ekosistem air tawar lotik (mengalir).

a.    Perairan Mengalir (lotik)
Perairan mengalir mempunyai corak tertentu yang secara jelas membedakannya dari air menggenang walaupun keduanya merupakan habitat air tawar. Semua perbedaan itu tentu saja mempengaruhi bentuk serta kehidupan tumbuhan dan hewan yang menghuninya. Satu perbedaan mendasar antara danau dan sungai adalah bahwa danau terbentuk karena cekungannya sudah ada dan air yang mengisi cekungan itu, tetapi danau setiap saat dapat terisi oleh endapan sehingga menjadi tanah kering. Sebaliknya, sungai terjadi karena airnya sudah ada sehingga air itulah yang membentuk dan menyebabkan tetap adanya saluran selama masih terdapat air yang mengisinya.

Aliran air dalam ekosistem lotik merupakan factor pembatas bagi organisme yang ada di dalamnya. Artinya organisme yang tidak dapat melakukan adaptasi terhadapadanya aliran air akan tersingkir. Aliran ini juga dapatmenjadi penentu jenis dan komposisi komponen biotikdalam ekosistem. Aliran air tergantung pada topografi,besarnya sungai dan debit air yang mengalir. Misalnya, jenisorganisme di pinggir sungai berbeda dengan jenis organismedi dalam atau di dasar sungai.
Air ekosistem lotik tidak tetap, melainkan berubah tergantung pada musim. Di Pulau Jawa, pada umumnya air sungai keruh dan banjir di musim hujan sedangkan di musimkemarau airnya kecil dan bahkan mengering. Keadaan ini merupakan suatu indikator adanya kerusakan ekosistem darat di daerah hulu sungai.

b.    Perairan Menggenang (Lentik)
Perairan menggenang dibedakan menjadi perairan alamiah dan perairan buatan. Berdasarkan proses terbentuknya perairan alamiah dibedakan menjadi perairan yang terbentuk karena aktivitas tektonik dan aktivitas vulkanik. Beberapa contoh perairan lentik yang alamiah antara lain adalah danau, rawa, situ dan telaga, sedangkan perairan buatan antara lain adalah waduk.

Mata Dunia 

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ekosistem Air Tawar

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Loading...
Loading...