materi kuliah biologi, biologi kesehatan, biologi sel, karakteristik mahluk hidup, klasifikasi mahluk hidup, plantae, animalia dan kerugian dan keuntungan biologi bagi kehidupan

Friday, 20 January 2017

Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Darat, Ait Tawar, Mangrove dan Hutan Hujan Tropis

Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Darat, Ait Tawar, Mangrove dan Hutan Hujan Tropis, Pada uraian sebelumnya tentang rantai makanan, dijelaskan bahwa setiap organisme seakan-akan hanya memakan atau dimakan oleh satu organisme lain saja. Hal yang sebenarnya terjadi adalah dalam suatu ekosistem tidaklah demikian. Tiap organisme mungkin memakan atau dimakan lebih dari satu organisme dalam satu rantai makanan yang sama atau makan dari rantai makanan lain. Ini biasanya terjadi pada hewan karnivora taraf trofik tinggi.


Dalam ekosistem, rantai makanan–rantai makanan tersebut saling berkaitan. Kebanyakan sejenis hewan memakan beragam, dan makhluk tersebut pada gilirannya juga menyediakan makanan untuk berbagai makhluk yang memakannya, maka terjadi yang dinamakan jaring – jaring makanan (food web). Jaring- jaring makanan merupakan rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan atau dimakan oleh satu jenis makhluk hidup lainnya.

Berdasarkan beberapa penjelasan dan pengertian di atas dapat diperoleh bahwa jaring-jaring makanan adalah kumpulan antara berbagai rantai makanan yang saling berhubungan secara lebih kompleks dalam suatu ekosistem.

    Untuk menjelaskan tentang mekanisme jaring-jaring makanan sederhana dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
mekanisme jaring-jaring makanan
mekanisme jaring-jaring makanan

Pada gambar diatas, dapat dilihat bahwa produsen primer adalah padi. Padi kemudian dimakan oleh tikus dan burung sebagai konsumen primer atau konsumen tingkat I. Tikus dan burung kemudian dimakan oleh musang dan burung elang. Peran musang dan burung elang dalam jaring-jaring makanan ini adalah sebagai konsumen tingkat II atau konsumen puncak. Kemudian burung elang mati dan diuraikan oleh pengurai yang biasanya bakteri dan jamur. Tipe dasar jaring-jaring makanan juga sama dengan rantai makanan, yaitu terdiri dari jaring makanan perumput dan detritus.

Pada jaring-jaring makanan tersebut terdapat beberapa rantai makanan, diantaranya adalah sebagai berikut :
a)    Padi àtikus à burung elang à pengurai
b)    Padi àtikus à musang àburung elang àpengurai
c)    Padi àburung àmusang àburung elang àpengurai
d)    Padi àburung àburung elang àpengurai

              Pada gambar terlihat bahwa semua aktivitas makan memakan diakhiri oleh pengurai. Hal ini menunjukkan peran bakteri pengurai dalam ekosistem sangatlah penting yang berfungsi menguraikan dan menghancurkan zat penyusun tubuh menjadi hara yang selanjutnya zat hara ini kembali ke tanah. Dengan demikian pengurai merupakan penghubung antara konsumen dan produsen. Dengan adanya pengurai, akan menjamin ketersediaan zat hara sehingga kebutuhan tumbuhan akan zat hara tetap terpenuhi.
             
              Apabila tumbuhan hidup subur, berarti tumbuhan tersebut menjamin ketersediaan makanan bagi herbivora. Meningkatnya herbivora menjamin ketersediaan makanan bagi karnivora. Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa antara komponen dalam ekosistem yang satu dengan lainnya senantiasa berinteraksi dan terjadi kesalingtergantungan.

              Bentuk jaring-jaring makanan yang lebih kompleks dapat dilihat pada ekosistem-ekosistem berikut :

Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Darat
Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Darat
Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Darat

      
Pada gambar diatas, tampak bahwa produsen utama atau produsen primer dalam jaring-jaring makan tersebut adalah tumbuhan. Kemudian tumbuhan dimakan oleh kelinci, tikus, burung pemakan biji dan serangga herbivora dimana peran dari hewan-hewan tersebut adalah konsumen tingkat I. selanjutnya, kelinci dimakan oleh rubah dan burung elang; tikus dimakan oleh rubah, burung elang dan ular; burung pemakan biji dimakan oleh rubah dan burung elang, sedangkan serangga herbivora dimakan oleh burung pemakan serangga, laba-laba besar, serangga predator dan katak. Kemudian, burung pemakan serangga dimakan oleh rubah, burung elang dan ular; laba-laba besar dimakan katak; katak dimakan ular dan ular dimakan oleh burung elang. Peran dari ular, burung pemakan serangga dan laba-laba besar adalah sebagai konsumen sekunder atau konsumen tingkat II. Sedangkan rubah dan burung elang merupakan konsumen tingkat III atau konsumen puncak.
           
Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Air Tawar
Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Air Tawar
Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Air Tawar
Produsen dalam ekosistem air tawar diatas adalah tumbuhan air seperti bambu air, eceng gondok, apu-apu, seledri air dan alga. Kemudian tanaman air dan alga tersebut dimakan oleh serangga, ikan, cacing dan siput. Serangga, ikan, cacing dan siput tersebut berperan sebagai konsumen primer atau konsumen tingkat I. Selanjutnya, serangga di makan oleh tikus dan katak; ikan kecil di makan oleh katak dan ikan besar; dan siput dimakan oleh ikan besar dan burung gereja. Tikus, katak dan ikan besar berperan sebagai konsumen sekunder atau konsumen tingkat II. Kemudian, tikus dimakan oleh ular dan burung elang; katak dimakan oleh ular, burung bangau; ikan besar di makan oleh burung bangau dan bebek. Ular, burung bangau, bebek dan burung gereja berperan sebagai konsumen tersier atau konsumen tingkat III. Ular, burung bangau, bebek dan burung gereja di makan oleh burung elang. Burung elang berperan sebagai konsumen puncak atau predator.

Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Mangrove

Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Mangrove

Dalam ekosistem mangrove, sisa organik dari daun bakau dan rumput laut menjadi produsen primer jaring-jaring makanan. Kemudian sisa organik daun bakau diuraikan oleh detrivor menjadi detritus. Rumput laut dan detritus kemudian di makan oleh cacing dan udang kecil. Selanjutnya udang kecil dimakan oleh kepiting, ikan kecil dan ikan besar; dan kerang-kerangan di makan oleh ikan kecil. Setelah itu ikan kecil di makan oleh ikan besar, ikan besar dan kepiting kemudian di makan oleh burung bangau. Akhirnya, burung bangau di makan oleh burung elang sebagai konsumen puncak atau predator.

Jaring-jaring pada Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Jaring-jaring pada Ekosistem Hutan Hujan Tropis
Jaring-jaring pada Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jaring-jaring Makanan pada Ekosistem Darat, Ait Tawar, Mangrove dan Hutan Hujan Tropis

1 komentar:

  1. Hey There. I found your weblog using msn. This is an extremely well
    written article. I'll make sure to bookmark it and return to read extra of your useful info.

    Thanks for the post. I'll certainly comeback.

    ReplyDelete

Loading...
Loading...