materi kuliah biologi, biologi kesehatan, biologi sel, karakteristik mahluk hidup, klasifikasi mahluk hidup, plantae, animalia dan kerugian dan keuntungan biologi bagi kehidupan

Friday, 13 January 2017

Jaringan Otot dan Jaringan Saraf pada Hewan

Meskipun struktur tubuh organisme berbeda-beda, umumnya berasal dari bentuk yang hamper sama, Tubuh organisme tinggkat tinggi misalnya, mula - mula berasal dari suatu sel zigot, Sel zigot membelah secara mitosis berkali - kali menghasilkan banyak sel. Sel-sel itu mengalami diferensiasi dan spesialisasi membentuk jaringan, organ dan sstem organ. Berdiferensiasi adalah proses perubahan bentuk sel. Spesialisasi adalah proses perubahanfungsi sel. Melalui diferensiasi dan spesialisasi akan tersusun tubuh organisme. Seperti halnya tumbuhan, hewan juga tersusun atas sel-sel. Sel-sel tersebut bersatu membentuk jaringan-jaringan yang terdapat pada organ. Pada hewan bersel banyak, kumpulan sel-sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama akan membentuk jaringan, jaringan-jaringan yang berbeda akan bergabung membentuk organ tubuh, organ-organ tubuh akan bergabung membentuk sistem organ tubuh, sistem organ tubuh akhirnya akan bergabung membentuk organisme (hewan). 

A. Jaringan otot
Jaringan otot adalah jaringan yang terdiri atas serabut-serabut otot (myofibril) yang tersusun atas sel-sel otot yang dibungkus oleh membran sarkolema. Jaringan otot berfungsi sebagai alat gerak aktif dan terdapat pada anggota gerak maupun organ-organ dalam tubuh. Sel otot disebut juga serat-serat otot. Serat otot mengandung filament (benang) aktin dan miosin yang merupakan protein kontraktil sehingga memungkinkan otot memendek dan memanjang.

Jaringan otot tersusun atas sel-sel membujur dan miofibril. Miofibril tersusun atas protein kontraktil yang terdapat di sepanjang sel dan tampak jelas pada otot rangka dan otot jantung. Batas antara sel otot terlihat jelas karena adanya sarkolema. Sarkolema adalah  lapisan membran yang mengelilingi sel otot.

Di dalam tubuh Hewan ada tiga jenis otot, yaitu otot polos (viseral), otot lurik (rangka), dan otot jantung.
a)  Otot polos
                  Otot polos terdiri atas sel-sel berbentuk seperti gelendong yang panjangnya antara 30-200 milimikron. Otot polos memiliki satu inti yang terletak dibagian tengah sel. Sel otot polos dipersarafi oleh system saraf autonom. Kontraksi sel otot polos tidak dibawah pengaruh kesadaran sehingga disebut otot involunter.

Otot polos
Otot polos

            Aktifitas otot polos tidak menimbulkan kelelahan meskipun aktifitas terjadi dalam jangka waktu yang lama. Untuk berkontraksi, otot polos memerlukan waktu anatar 3 detik samai 3 menit. Otot polos terdapat pada rongga tubuh seperti saluran pencernaan makanan, kantung kemih, organ reproduksi, pembuluh darah, dan saluran pernafasan.

b)   Otot lurik
                  Otot lurik merupakan otot yang menempel pada rangka. Oleh karena itu, sering disebut juga otot rangka. Otot lurik terdiri atas sel berbentuk silinder yang panjang dan tidak bercabang. Panjang sel bervariasi antara 3-4 cm. Otot untuk lurik memiliki banyak inti sel yang terletak di bagian tepi sel. Miofibril terletak sejajar dengan serabut otot membentuk daerah terang (isotrop) dan gelap (anisotropy) sehingga tampak seperti  garis-garis melintang.


 Otot lurik
 Otot lurik
Sel otot lurik di persarafi oleh sistem saraf pusat. Kontraksi otot lurik dibawah kesadaran sehingga disebut otot volunteer. Kontraksi otot lurik cepat dan kuat serta dapat menimbulkan kelelahan.

Fungsi Otot lurik Untuk menggerakkan tulang pada artikulasinya (kontraksi dan relaksasi).
·  Mempertahankan sikap tubuh.
·  Menstabilkan sendi Mengekalkan postur.

c) Otot jantung
                 Otot jantung yaitu otot yang kerjanya tidak disadari. Akan tetapi, otot jantung berbeda dengan otot polos. Struktur otot jantung menyerupai otot lurik. Perbedaannya terletak pada percabangan dan intinya. Sel-sel otot jantung membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih membentuk sinsitium. Sel otot jantung memiliki satu atau dua inti sel yang terletak di bagian tengah sel. Sel otot jantung dipersarafi oleh system saraf autonom. Kontraksi otot jantung tidak dibawah pengaruh kesadaran (involunter) dan tidak menimbulkan kelelahan. Otot jantung hanya terdapat di jantung. Fungsi otot jantung, Otot ini bekerja di luar kesadaran dan hanya terdapat di miokardium jantung. Otot jantung ini hanya berfungsi mengatur kontraksi kerja jantung.

2.  jaringan saraf 
Jaringan saraf adalah jaringan yang sangat rumit (kompleks). Namun pada dasarnya jaringan ini terdiri dari dua jenis sel saja, yaitu neuron (sel saraf) dan neuroglia (penyokong neuron).
a.  Neuron adalah sel yang berfungsi sebagai pembawa dan pengirim pesan/rangsang/sinyal (impuls saraf) dan merupakan unit utama dari sistem saraf.
b.  neuroglia adalah sel yang tidak ikut berperan dalam transmisi impuls, tetapi menunjang kerja neuron. 

Neuron merupakan perantara komunkasi antara otak dan tubuh. Rangsangan dari organ rangsang akan melewati neuron sebelum mencapai saraf pusat. Rangsangan secara spontan dibangkitkan di otak dan disalurkan ke organ tubuh (efektor) lewat saraf tepi.

a. Struktur sel saraf (Neuron)
Sitoplasma neouron mengandung ribosom, badan golgi, retikulum endoplasma, dan mitokondria. Neuron mendapatkan suplai makanan melalui sel neuroglia yang menyelubunginya. Neuron tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson.


 struktur sel saraf
 struktur sel saraf

            Badan sel adalah bagian utama neuron yang mengandung inti. Badan sel saraf dapat terletak di sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), dapat pula di luar sistem saraf pusat. Pada kasus pertama, disebut inti, sedangkan kumpulan badan sel di luar sistem saraf pusat disebut ganglion (simpul saraf). Dendrit merupakan kumpulan serabut sitoplasma yang befungsi membawa  rangsangan menuju ke badan sel. Akson merupakan serabut sitoplasma tunggal. Akson berfungsi membawa rangsangan meninggalkan badan sel.

b.  Jenis sel saraf
Neuron digolongkan berdasarkan pada cara neuron memindahkan dan posisi yang ditempati neuron. Berdasarkan kedua hal tersebut, ada tiga jenis neuron, yaitu neuron sensori, neuron intermediet, dan neuron motor.

c.  Neuron sensorik (neuron aferen)
Neuron sensori yaitu neuron yang menyampaikan rangsangan dari organ penerima rangsang (reseptor) kepada sistem saraf pusat (otak dan susmsum tulang belakang). Oleh karena itu neuron ini disebut juga neuron indera karena dendrit neuron ini berhubungan dengan alat indera untuk menerima impuls sedangkan aksonnya berhubungan dengan neuron lain. Badan sel neuron sensori bergerombol membentuk ganglion yang berlanjut ke sumsum tulang belakang. Akson neuron sensori membawa rangsangan menuju ke jaringan saraf pusat.

d.   Neuron intermediet (interneuron)
Interneuron atau saraf penghubung ialah sel sraf yang terdapat di pusat saraf, yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik. Neuron ini disebut neuron penghubung atau perantara karena ujung dendrit neuron yang satu berhubungan dengan ujung akson neuron yang lain. Neuron intermidiet juga merupakan neuron berkutub banyak (multipolar) yang memiliki banyak dendrit dan akson.

e.  Neuron motorik (neuron eferen)
Neuron motorik berfungsi mengirimkan impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan melakukan respons tubuh. Neuron ini disebut neuron penggerak karena neuron motorik dendritnya berhubungan dengan akson lain sedangkan aksonnya berhubungan dengan efektor yang berupa otot atau kelenjar.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jaringan Otot dan Jaringan Saraf pada Hewan

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Loading...
Loading...