materi kuliah biologi, biologi kesehatan, biologi sel, karakteristik mahluk hidup, klasifikasi mahluk hidup, plantae, animalia dan kerugian dan keuntungan biologi bagi kehidupan

Saturday, 14 January 2017

Kelainan dan Penyakit pada Hati

Kelainan dan Penyakit pada Hati, Hati merupakan kelenjar terbesar pada manusia, warnanya merah tua, dan beratnya sekitar 2 kg pada orang dewasa. Hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi dan ekskresi. Mengapa hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi? Hati menghasilkan empedu.Hati atau liver merupakan salah satu organ tubuh paling penting untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Hal ini dikarenakan fungsi utama dari hati adalah untuk membuang racun dalam tubuh, membantu dalam proses produksi sel darah merah serta membersihkan dan menyaring darah. Salah satu organ tubuh yang memiliki warna merah darah memiliki keistimewaan dibandingkan dengan organ lainnya yaitu jika terluka dapat memulihkan sendiri.

Kelainan dan Penyakit pada Hati
Kelainan dan Penyakit pada Hati
Gangguan pada hati
Penyakit hati bisa disebabkan oleh infeksi virus, tidak bekerjanya hati dan empedu. Tahukah kamu macam-macam kelainan dan penyakit yang berhubungan dengan hati? Kelainan dan penyakit yang berhubungan dengan hati misalnya penyakit hepatitis dan kuning.

a.Hepatitis
Hepatitis adalah radang hati yang disebabkan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa macam, misalnya virus hepatitis A dan hepatitis B. Hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis yang disebabkan oleh virus hepatitis A.

Hepatitis dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem pencernaan makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk kemudian disalurkan ke seluruh organ tubuh yang sangat penting bagi manusia

Hepatitis dibedakan menjadi 3 yaitu :
1. Hepatitis A
Hepatitis A adalah suatu penyakit yang menyerang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Hepatitis A dibagi menjadi 3 stadium yakni stadium pendahuluan (prodromal), stadium ikterik dan stadium kesembuhan (konvaselensi).

2. Hepatitis B
Hepatitis B adalah suatu penyakit yang menyerang hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Seseorang dikatakan menderita infeksi virus hepatitis B apabila dalam pemeriksaan ditemukan HBsAg positif.

3. Hepatitis C
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV= Hepatitis C virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya.
Gejala :
1.    Kelelahan.
2.    Mual dan muntah.
3.    Nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di daerah hati (pada sisi kanan bawah tulang rusuk).
4.    Kehilangan nafsu makan.
5.    Demam.
6.    Urin berwarna gelap.
7.    Nyeri otot.
8.    Menguningnya kulit dan mata (jaundice).

Pencegahan :
1.    Hepatitis dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.
2.    Jarum untuk akupuntur atau tatto harus steril.
3.    Hindari pemakaian alat-alat secara bersamaan seperti cukur, sisir.
4.    Hindari aktivitas sex dengan berganti-ganti pasangan.
5.    Hindari mendapat donor darah yang tidak resmi.

Pengobatan :
1.  Melalui kimiawi yang bertujuan untuk mematikan virus hepatitis.
2.  Pengobatan suportif yang bertujuan untuk melindungi sel hati dan membantu pemulihan sel hati yang rusak.

b. Penyakit Kuning
Penyakit kuning disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning. Kulitpenderita tampak pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku jaripun berwarna kuning. Hal ini terjadi karena di seluruh tubuh terdapat pembuluh darah yang mengangkut darah berwarnakekuningan karena bercampur dengan cairan empedu.

Ciri-ciri orang yang terserang penyakit kuning mudah terlihat oleh mata telanjang. Adanya perubahan pada warna kulit dan warna putih mata terlihat menguning. Perubahan warna kulit tubuh menjadi kekuningan disebabkan oleh kadar bilirubin yang semakin meningkat hingga mencapai 2-3 mg/dL. Peningkatan bilirubin ini kemudian akan dibawa ke dalam organ hati sehingga menyebabkan terganggunya fungsi kerja dari organ hati.

c. Sirosis
Sirosis adalah suatu kondisi di mana jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui proses bertahap. Jaringan parut ini memengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati. Sel-sel hati menjadi rusak dan mati sehingga hati secara bertahap kehilangan fungsinya.

Jaringan parut membatasi aliran darah melalui vena portal sehingga terjadi tekanan balik (dikenal sebagai hipertensi portal). Vena portal adalah vena yang membawa darah berisi nutrisi dari usus dan limpa ke hati. Normalnya, darah dari usus dan limpa dipompa ke hati melalui vena portal. Namun, sirosis menghalangi aliran normal darah melalui hati sehingga darah terpaksa mencari pembuluh baru di sekitar hati. Pembuluh-pembuluh darah baru yang disebut “varises” ini terutama muncul di tenggorokan (esofagus) dan lambung sehingga membuat usus mudah berdarah. Jika perdarahan usus terjadi, Anda mungkin muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui kotoran (feses).

Penyebab :
1.  Infeksi kronis virus hepatitis B.
2.  Hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh biasanya membuat antibodi untuk menyerang bakteri, virus, dan kuman lainnya. Pada hepatitis autoimun,sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis.
3.  Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Sebagai contoh, sirosis bilier primer, primary sclerosing, dan masalah bawaan pada saluran empedu.
4.  Non-alcohol steato-hepatitis (NASH). Ini adalah kondisi  di mana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis. Kelebihan berat badan (obesitas) meningkatkan risiko Anda mengembangkan non-alcohol steato-hepatitis.
5.  Reaksi parah terhadap obat tertentu.
6.  Beberapa racun dan polusi lingkungan.
7.  Infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit.
8.  Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah dan kemacetan di hati.
9.  Beberapa penyakit warisan langka yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, seperti hemokromatosis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh) dan penyakit Wilson (kondisi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian lain tubuh).

Gejala :
1.     Kelelahan.
2.     Kelemahan.
3.     Cairan yang bocor dari aliran darah dan menumpuk di kaki (edema) dan perut (ascites).
4.     Kehilangan nafsu makan, merasa mual dan ingin muntah.
5.     Kecenderungan lebih mudah berdarah dan memar.
6.     Penyakit kuning karena penumpukan bilirubin.
7.     Gatal-gatal karena penumpukan racun.
10.   Gangguan kesehatan mental dapat terjadi dalam kasus berat karena pengaruh racun di dalam aliran darah yang memengaruhi otak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan kepribadian dan perilaku, kebingungan, pelupa dan sulit berkonsentrasi.

Pengobatan :
1.      Tidak minum alkohol jika alkohol adalah penyebabnya.
2.      Pengobatan untuk mengendalikan virus hepatitis.
3.      Steroid atau obat penekan kekebalan lainnya untuk mengobati penyakit autoimun menyebabkan kerusakan hati.
4.      Penghapusan kelebihan zat besi yang terjadi pada hemokromatosis.
5.      Diet rendah natrium atau diuretik untuk mengurangi cairan yang terakumulasi dalam tubuh.
6.      Obat untuk mengurangi gatal.
7.      Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi hipertensi portal.
8.      Pengurangan cairan yang menumpuk di perut (ascites).

d.  Perlemakan hati (Fatty liver)
Perlemakan hati terjadi bila penimbunan lemak melebihi 5 % dari berat hati atau mengenai lebih dari separuh jaringan sel hati. Perlemakan hati ini sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Kelainan ini dapat timbul karena mengkonsumsi alkohol berlebih disebut ASH (Alcoholic Steatohepatitis), maupun bukan karena alkohol disebut NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis).


Berdasarkan berat ringannya, fatty liver dapat di bagi menjadi :
1.       Steatosis (hanya perlemakan hati ), keadaan ini masih ringan
2.       Steatohepatitis (perlemakan hati disertai dengan peradangan sel hati) di bagi menjadi .
a. ASH (Alcoholic Steatohepatitis) terjadi akibat konsumsi Alcohol yang berlebihan. Fatty liver jenis ini dapat terjadi dengan meminum kurang lebih 300 ml Alcohol perminggu.
b. NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis) Fatty liver jenis ini 80% disebabkan karena obesitas (kelebihan berat badan) Fatty liver jenis steatohepatitis lco menyebabkan kematian sel hati dan akhirnya akan membentuk jaringan parut pada hati (fibrosis). Proses peradangan hati dapat terus berlanjut sampai 10-20 tahun, kemudian hati menjadi keras dan mengecil (sirosis). Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan hati yang permanen bahkan dapat menyebabkan kanker hati.

Penyebab :
1.    Seseorang yang memiliki bobot tubuh yang berlebihan / kegemukan ( obesitas ).
2.    Menderita kencing manis (diabetes).
3.    Efek samping dari konsumsi minuman beralkohol dan bersoda.
4.    Efek samping dari obat-obatan kimia, seperti kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning.
5.    Seseorang yang kekurangan gizi atau akibat dari diet rendah protein.
6.    Akibat berlebihan mengkonsumsi vitamin A sehingga mengakibatkan tubuh mengalami keracunan vitamin A.
7.    Pasca operasi pada usus kecil yang sudah lama kemudian timbul kembali reaksi yang berlebihan pada usus kecil dan mengganggu fungsi hati.
8.    Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi).
9.    Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin.
10. Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase.
11. Kekurangan kolesterol esterase.
12. Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum).
13. Abetalipoproteinemia.
14. Sindroma Reye.
15. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti: makanan yang menggunakan banyak santan, makanan pedas, gorengan dan makanan atau minuman yang banyak menggunakan bahan pengawet makanan.

Pencegahan :
1.    Jaga pola diet yang seimbang, kurangi lemak jenuh hewani, goreng- gorengan, makanan cepat saji dan makanan olahan yang mengandung lemak trans.
2.    Makan makanan yang dapat menurunkan kolesterol.
3.    Rajin berolahraga. Latihan fisik meningkatkan sirkulasi dan sangat baik untuk paru-paru, jantung, dan otot.
4.    Kelola stres. Gaya hidup stres tinggi meningkatkan tekanan darah dan memacu kerja jantung dan arteri.
5.    Berhenti merokok.
6.    Jaga tekanan darah, gula darah, dan berat badan Anda pada tingkat normal.

d. Kanker hati
Kanker hati terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker hati yang banyak terjadi adalah Hepatocellular carcinoma (HCC). HCC merupakan komplikasi akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B, C dan hemochromatosis.

Penyebab : Kanker hati terjadi ketika sel DNA hati mengalami mutasi. Mutasi ini membuat sel tetap tumbuh dan berkembang, sementara sel normal lain memiliki siklus hidup dan mati. Akumulasi sel kanker mulut ini dapat membentuk tumor yang ganas.

Gejala :
1.     Penurunan berat badan
2.    Hilang nafsu makan
3.    Sakit pada area perut bagian atas
4.    Mual dan muntah
5.    Kelelahan dan lemah
6.    Pembesaran hati
7.    Bengkak pada area perut
8.    Kulit dan bagian putih mata menguning


Kanker hati primer yang berasal dari sel hati terbagi dalam beberapa tipe, antara lain :
1.      Hepatocellular carcinoma (HCC). Kanker hati yang paling umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Kanker ini dimulai dari hepatocytes yang merupakan tipe utama sel hati.
2.      Cholangiocarcinoma. Kanker ini berasal dari saluran kantung empedu.
3.      Hepatoblastoma. Ini adalah tipe kanker langka yang menyerang anak-anak berusia 4 tahun ke bawah. Tipe kanker ini banyak yang berhasil disembuhkan.
4.      Angiosarcoma dan hemangiosarcoma. Tipe kanker langka ini dimulai di pembuluh darah di hati dan tumbuh dengan sangat cepat.

Pencegahan :
1.     Vaksinasi terhadap virus hepatitis B.
2.     Mencegah hepatitis C dengan cara :
3.     -Ketahui kondisi kesehatan pasangan anda sebelum melakukan hubungan seksual.
4.     Gunakan jarum suntik steril ketika menyuntikkan obat.
5.     Gunakan jarum steril ketika membuat tato.
6.     Minta pada dokter anda untuk memeriksa kondisi hati anda.

e. Koletasis
Kolestasis merupakan keadaan akibat kegagalan memproduksi dan pengeluaran empedu. Lamanya menderita kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A, D, E, K oleh usus, juga adanya penumpukan asam empedu, bilirubin dan kolesterol di hati. Adanya kelebihan bilirubin dalam sirkulasi darah dan penumpukan pigmen empedu pada kulit, membran mukosa dan bola mata disebut jaundice. Pada keadaan ini kulit penderita terlihat kuning, warna urin menjadi lebih gelap, sedangkan faeces lebih terang.

Penyebab cholestasis dibagi menjadi 2 bagian:intrahepatic cholestasis dan ekstrahepatic cholestasi.Pada intrahepatic cholestasis terjadi akibat gangguan pada sel hati yang terjadi akibat: infeksi bakteri yang menimbulkan abses pada hati, biliary cirrhosis primer, virus hepatitis, lymphoma, cholangitis sclerosing primer, infeksi tbc atau sepsis, obat-obatan yang menginduksi cholestasis.  

Pada extrahepatic cholestasis, disebabkan oleh tumor saluran empedu, cista, striktur (penyempitan saluran empedu), pankreatitis atau tumor pada pankreas, tekanan tumor atau massa sekitar organ, cholangitis sklerosis primer. Batu empedu adalah salah satu penyebab paling umum dari saluran empedu diblokir. Saluran empedu Diblokir mungkin juga hasil dari infeksi, kanker atau jaringan parut internal. Parut dapat memblokir saluran empedu, yang dapat mengakibatkan kegagalan hati.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kelainan dan Penyakit pada Hati

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Loading...
Loading...